JAKARTA – Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Nabiyla Risfa Izzati mengaku mendapatkan ancaman dari nomor tak dikenal usai mengkritik polemik mutasi pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum.
Nabiyla mengatakan pihak tersebut meminta dirinya menghapus unggahan di platform X yang menyinggung Menteri PU Dody Hanggodo.
”Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU, dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya,” tulis Nabiyla melalui akun X @nabiylarisfa, dikutip, Sabtu, 17 Juli.
Sehari kemudian, Nabiyla mengumumkan telah mengirimkan somasi kepada nomor yang menghubunginya. Surat itu juga dipublikasikan secara terbuka melalui akun media sosialnya.
Dalam pesan yang diterimanya, pengirim meminta Nabiyla menghapus salah satu unggahan karena dianggap dapat menimbulkan kegaduhan. Pengirim juga mengancam akan membawa unggahan tersebut ke jalur hukum.
Unggahan yang dipersoalkan merupakan tanggapan Nabiyla terhadap informasi mengenai seorang pegawai Kementerian PU yang disebut mengalami mutasi sekaligus penurunan jabatan setelah puluhan tahun bekerja.
“PTUN-in aja sih pejabat zalim kayak gini. Greget banget gue,” tulis Nabiyla dalam tanggapannya.
Menteri PU Dody Hanggodo saat ditemui awak media di Istana membantah ancaman kepada dosen hukum UGM merupakan suruhannya. Dia mengaku hal yang wajar saat dirinya melakukan mutasi .
”Ah ngga benar itu. Pegawai gw itu ada 38.600 orang masak ngga boleh mutasi. Dan karyawan gw itu dibayar Pakai APBN ya,” tandas Dody
Usai Kritik Polemik Mutasi Kementerian PU, Dosen UGM Diteror, Dan Ini Jawaban Dody Hanggodo !







