Raja Juli Antoni di Tengah Kepungan Polemik, KPK Tetap Usut Kasus Amplop

JAKARTA –  Kasus pemberian amplop Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dipastikan akan terus diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

‎Hal itu tetap dilakukan meski proses penanganan laporan penolakan gratifikasi yang disampaikan Raja Juli di Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik telah dinyatakan selesai

‎Ketua Umum KAMAKSI, Joko Priyoski menantang Menteri Kehutanan untuk bersikap ksatria bukan malah bertindak seperti pengecut yang berlindung dibalik jubah menteri.

‎”Jubah menteri kehutanan sudah dia coreng dan sobek dengan terima amplop dari Bupati Kuantan. Rasa malunya Raja Juli Antoni hanya ditunjukkan dengan tidak mengungkap nilai uang yang diberikan. Dia mengembalikan ke KPK setelah seminggu amplopnya ada di tangan,” katanya kepada wartawan, Sabtu 18 Juli.

‎Joko menegaskan sosok Raja Juli Antoni bukan termasuk kelompok pemimpin yang perlu diikuti. Dia menambahkan hal ini dibuktikan dengan tiga kinerjanya selama jadi menteri penuh Kontroversial.

‎Satu dari tiga kinerja politisi dari Partai Solidaritas Indonesia yang paling mengganggu saat Raja Juli duduk bersama dan bermain domino dengan mantan tersangka pembalakan liar, Aziz Wellang.

‎”Saat fotonya itu viral, dia juga mengatakan minta maaf dan bilang dirinya tidak kenal Aziz Wellang. Dan Abdul Karding yang dicopot dari kabinet,” kata Joko.

‎Joko menilai saat ini tim Buzzer dari PSI sedang sibuk mengembalikan citra Raja Juli sebagai presentasi dari kinerja parpol yang didukung Presiden RI ke-7 Joko Widodo.

‎”Seharusnya untuk menjaga citra parpol di mata publik dan Jokowi, dia (Raja Juli) bersikap ksatria dengan mundur dari jabatan Menteri Kehutanan untuk menghadapi kasus hukumnya. Ini kan ngga dan sibuk kasih bantahan sana-sini,” tandas Joko Priyoski.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *