Dinamika Muktamar NU Memanas, Gus Lilur Sebut Gus Kikin Tak Bisa ‘Ngaji’

JAKARTA — Satu minggu sebelum pemilihan kepemimpinan PBNU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, beredar pernyataan kontroversial di media sosial terkait salah satu calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin.

Dalam potongan video berdurasi sekitar 40 detik yang diunggah akun TikTok TITIKNEWS.ID, Kamis, 20 Agustus, terlihat pernyataan Kiai Kampung asal Situbondo, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau biasa disebut Gus Lilur yang menyinggung kapasitas keilmuan Gus Kikin.

Dalam video tersebut, Gus Lilur menyampaikan kritik keras dengan menyebut Gus Kikin tidak memiliki kemampuan mengaji yang menurutnya memadai untuk disebut sebagai ulama.

“Gus KiKin sama sekali tidak bisa ngaji,” kata Gus Lilur dalam video tersebut.

Ia kemudian menyatakan bahwa persoalan tersebut menjadi hal yang menyakitkan bagi sebagian kader muda NU. Menurutnya, sosok yang diusung sebagai calon pemimpin NU semestinya memiliki kapasitas keilmuan agama yang memadai.

“Tapi yang paling menyakitkan kami para kader muda NU adalah beliau yang diusung tidak cukup mumpuni untuk disebut sebagai ulama,” ujarnya.

Meski melontarkan kritik tersebut, Gus Lilur menyampaikan bahwa dirinya tetap menghormati Gus Kikin sebagai sosok yang memiliki hubungan dengan pendiri NU.

“Dengan segala hormat saya pada Kiai Abdul Hakim Mahfud, Gus Ki Kin memang dzuriah muassis NU,” katanya.

Namun, ia kembali mempertanyakan kapasitas keilmuan agama Gus Kikin.

“Tapi secara keilmuan, yang itu ilmu agama, mohon maaf. Tanpa mengurangi hormat saya pada Pesantren Tebuireng, Gus Ki Kin sama sekali tidak bisa ngaji,” ujar Gus Lilur.

Sementara itu, unggahan akun tiktok tersebut memberikan konteks bahwa pernyataan tersebut muncul di tengah mulai beredarnya berbagai isu dan tudingan terhadap kandidat calon pemimpin PBNU.

Dalam keterangannya, akun tersebut menuliskan bahwa fitnah dan isu miring terhadap calon pemimpin NU mulai bermunculan. Salah satunya adalah pernyataan yang menyebut Gus Kikin tidak bisa mengaji.

Akun tersebut juga mengingatkan bahwa Gus Kikin merupakan dzuriyah muassis NU sekaligus pengasuh Pesantren Tebuireng yang selama ini memiliki kiprah di tengah masyarakat.

“Bagaimana tanggapan sahabat sekalian menyikapi berbagai serangan dan isu miring yang disematkan kepada Gus Kikin ini,” demikian narasi yang menyertai unggahan tersebut.

Pernyataan Gus Lilur tersebut kini menjadi sorotan karena disampaikan ketika bursa kepemimpinan PBNU tengah menjadi perhatian publik. Klaim mengenai kemampuan keagamaan Gus Kikin dalam video tersebut merupakan pernyataan pihak yang bersangkutan dan belum disertai penjelasan atau tanggapan dari Gus Kikin dalam materi yang beredar.

Gus Ali Azhar, SE, dzurriyah (anak cucu) keluarga besar Ponpes Al-Hamdaniyah, Siwalanpanji, Sidoarjo angkat bicara dan merasa heran dengan pernyataan Khalilur R Abdullah Sahlawy yang menyebut ‘Gus Kikin tidak bisa ngaji’. “Di samping kalimatnya tidak beradab, adalah keliru besar menyebut Gus Kikin tidak bisa ngaji. Lalu, siapa Khalilur R Abdullah Sahlawy itu?,” tanya balik Gus Ali.

Gus Ali menjelaskan posisi Ketum PBNU bukan figur ulama kitab kuning, tapi lebih soal managerial jamiyyah. “Sejak era Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari, Ketua Umum PBNU adalah domain managemen. Perlu orang kuat dari sisi ekonomi (selesai dengan dirinya sendiri), amanah, adil (terpercaya), dan paling penting tahu kebutuhan warga nahdliyin. Gus Kikin telah membuktikan semua itu saat menjadi Ketua PWNU Jatim,” kata Gus Ali.

Karena itu, substansi tudingan tersebut perlu dilihat secara berimbang dengan memberikan ruang klarifikasi kepada Gus Kikin maupun pihak Pesantren Tebuireng.

Karena itu, substansi tudingan tersebut perlu dilihat secara berimbang dengan memberikan ruang klarifikasi kepada Gus Kikin maupun pihak Pesantren Tebuireng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *