DEPOK — Kepolisian Resor (Polres) Metro Depok kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menghadirkan pelayanan publik yang dekat dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Khususnya di lingkungan Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas), paradigma penegakan hukum kini bergeser menjadi pelayanan yang sepenuhnya humanis, mengutamakan pendekatan persuasif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan kekeluargaan.
Kepala Unit (Kanit) Laka Lantas Polres Metro Depok, Iptu Pujiono, satuan ini bertransformasi menjadi unit yang tidak hanya sigap di tempat kejadian perkara (TKP), tetapi juga menjadi tempat pengayoman yang menenangkan bagi warga yang tengah dilanda musibah.
Kecelakaan lalu lintas adalah peristiwa yang selalu menyisakan duka, kepanikan, serta trauma psikologis bagi para korban maupun keluarga yang ditinggalkan. Memahami kondisi emosional yang rentan tersebut, Iptu Pujiono secara konsisten menanamkan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya agar senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap penanganan kasus.
Bagi Iptu Pujiono, seragam kepolisian bukan sekadar simbol otoritas hukum, tetapi juga simbol kehadiran negara yang siap merangkul dan memberikan solusi terbaik bagi masyarakatnya.
“Ketika warga mengalami musibah di jalan raya, mereka sedang berada dalam kondisi paling rentan. Tugas utama kami bukan hanya mencatat laporan atau menegakkan prosedur administratif semata, tetapi hadir membawa ketenangan. Pendekatan kekeluargaan adalah kunci utama agar masyarakat merasa didampingi dan tidak sendirian menghadapi masalah,” ungkap Iptu Pujiono.
Semangat humanis dan kekeluargaan tersebut diterjemahkan secara nyata melalui kinerja sehari-hari para personel di lapangan.
Baik saat melakukan olah TKP di tengah kemacetan jalan raya Depok, mendampingi korban di rumah sakit, hingga memfasilitasi proses mediasi antara pihak-pihak yang terlibat kecelakaan,
Bapak Wanto dan Ardi selalu menunjukkan kesabaran ekstra. Mereka mendengarkan setiap keluhan dengan seksama, memberikan penjelasan prosedur secara transparan, serta mengarahkan penyelesaian masalah melalui jalur musyawarah mufakat apabila memungkinkan.
Pendekatan dialogis ini terbukti efektif mencairkan ketegangan yang kerap terjadi pasca-kecelakaan. Alih-alih menciptakan jarak antara aparat dan warga, jajaran Unit Laka Lantas justru berhasil membangun suasana komunikasi yang cair, hangat, dan berlandaskan kekeluargaan.
Konsistensi pelayanan yang humanis ini tidak luput dari perhatian masyarakat. Sejumlah warga Kota Depok yang pernah berurusan atau mendapatkan bantuan dari Unit Laka Lantas Polres Metro Depok menyampaikan apresiasi mendalam atas keramahan dan profesionalisme para petugas.
”Kami sempat sangat panik dan bingung ketika keluarga mengalami musibah di jalan. Namun, kehadiran Pak Wanto, Ardi, dan petugas lainnya sangat membantu kami. Mereka tidak hanya profesional menyelesaikan proses kepolisian, tetapi juga membimbing kami dengan penuh kesabaran dan tutur kata yang menenangkan bagaikan keluarga sendiri,” ujar salah seorang warga Depok yang pernah mendapatkan pelayanan.
Langkah proaktif yang digagas oleh Iptu Pujiono beserta jajarannya ini sejalan dengan visi besar Polri yang Presisi—Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.
Dengan mengedepankan humanisme dan prinsip kekeluargaan, Unit Laka Lantas Polres Metro Depok membuktikan bahwa penegakan hukum lalu lintas dapat berjalan seiring dengan perlindungan hak-hak kemanusiaan.
Melalui dedikasi tanpa henti dari Iptu Pujiono, Bapak Wanto, Ardi, dan seluruh anggota di jajaran, Polres Metro Depok terus merajut kepercayaan publik, memastikan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat Kota Depok senantiasa membawa rasa aman, keadilan, dan keteduhan.
Pendekatan Kekeluargaan Jadi Kunci Pelayanan Unit Laka Lantas Polres Metro Depok






