JAKARTA – Guru besar dari Universitas Indonesia, Sri Bintang Pamungkas menegaskan ada tiga perjanjian yang patut ditaati Presiden Prabowo Subianto saat menjadi Menteri Pertahanan dari kabinet Joko Widodo.
”Pertama itu melindungi semua perjanjian yang dibuat Jokowi dengan Xi Jinping. Kedua melindungi semua kepentingan oligarki dan terakhir melindungi Jokowi dan keluarganya,” kata Sri Bintang Pamungkas seperti dikutip senator dari akun tiktok @kucing.mujair100, Minggu, 11 Juli.
Tokoh pergerakan senior ini menjelaskan perjanjian dalam melindungi pernjanjian dengan Xi Jinping itu tak lain proyek Kereta Api Whoosh yang kini diputuskan ditanggung oleh APBN.
”Salah satunya adalah Whoosh itu yang kini ditanggung oleh APBN. Dan melindungi Hideng Debt yang tak lain hutang tersembunyi Jokowi dengan Xi Jinping,” kata Sri Bintang Pamungkas.
Beberapa waktu lalu itu dikatakan Sri Bintang, Presiden Prabowo mengundang 9 naga ke kediamannya. Tujuan yang sebenarnya meminta mereka menjadi donor hutang untuk negara
” Lihat saja pengakuan Aguan baru-baru ini yang mengaku untung dari proyek di PIK 1 dan PIK 2. Dan PIK 3 masih tetap jalan,” katanya.
Sri Bintang menyebutkan Presiden Prabowo tidak mungkin memisahkan diri dari Jokowi, pun begitu sebaliknya. Jokowi tidak akan memisahkan diri demi keselamatan keluarganya.
”Bukti utamanya itu tentang tuduhan Ijazah palsu Jokowi. Jika tidak dilindungi Prabowo sudah terbongkar dari kemarin. Dah ini bukti pelanggaran HAM yang dilakukan Prabowo disamping ketidakbecusannya membangun perekonomian,” tandasnya.
Terkait tuduhan Ijazah palsu Jokowi, Pengamat Intelijen Sri Bintang Pamungkas mengatakan dirinya pernah menanyakan kepalsuan ijazah Jokowi itu kepada Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi
”Saya menanyakan apakah Presiden Prabowo mengetahui tentang palsunya ijazah dari Jokowi ini, dan di jawab tegas oleh Prasetyo, presiden mengetahuinya,” kata Sri Rajasa Chandra seperti dikutip senator dari YouTube Forum Keadilan
Lamanya Tuduhan Ijazah Palsu, Sri Bintang Pamungkas : Presiden Prabowo Melindungi Jokowi







