JAKARTA – Dugaan adanya pemotongan honor penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP) di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara menjadi sorotan. Pasalnya potongan honor tersebut mencapai Rp 500 ribu.
Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Sardy Wahab, menegaskan telah menghubungi Kepala Sudin LH DKI Jakarta Utara, Edi Mulyanto untuk segera lakukan evaluasi kinerja para bawahannya.
Sardy mengaku menerima laporan terkait adanya pemotongan honor PJLP yang disebut mencapai Rp500 ribu. Ia meminta persoalan tersebut segera dievaluasi agar tidak merugikan para pekerja.
”Saya ada laporan di situ banyak pemotongan gaji PJLP, honor PJLP itu 500 ribu, selalu dicari-cari kesalahannya. Itu sudah enggak betul orang gajinya juga cuma 5 juta sekian, cuma dipotong-potong,” kata Sardy kepada wartawan, Kamis, 3 September.
Politisi dari partai berlambang pohon beringin itu meminta semua jajaran Dinas Lingkungan Hidup untuk memberikan perhatian khusus untuk kasus pemotongan pendapatan PJLP
Anggota Komisi D itu juga mempertanyakan apakah sudah terdapat perbaikan setelah sebelumnya dirinya menyampaikan persoalan tersebut kepada Kepala Suku Dinas LH Jakarta Utara, Edi Mulyanto.
”Tolong dievaluasi itu, ganti Kasatpel-nya itu. Kemarin saya sudah sampaikan ke Pak Kasudinnya, apakah sudah ada perbaikan apa belum,” ujarnya.
Gaji Sudah Tipis Masih Dipotong, Dugaan Honor PJLP Rp500 Ribu Disorot DPRD DKI







