JAKARTA – Pemilihan jabatan komisaris di berbagai perusahaan BUMN menjadi sorotan publik Jabatan ‘bergengsi’ dengan fasilitasnya disebut-sebut banyak diduduki oleh orang dalam yang dekat atau punya koneksi dengan istana.
Kepala Badan Komunikasi Muhammad Qodari buka suara mengenai masyarakat yang menyoroti sejumlah tokoh yang menempati kursi komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu yang menjadi sorotan adalah asisten pribadi artis Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda, yang masuk dalam jajaran komisaris PT Krakatau Posco.
Qodari mengatakan pada dasarnya seorang komisaris yang merupakan pengawas BUMN bisa ditunjuk dengan dua modal dasar utama, yakni akal sehat dan niat baik. Qodari meyakini orang-orang yang ditempatkan sebagai komisaris di BUMN sudah memiliki pengalaman, baik di organisasi, pemerintah, maupun perusahaan swasta.
”Nah semua pengalaman itu bisa dimanfaatkan untuk bisa memberikan perspektif dan memberikan pengawasan kepada BUMN,” ujar Qodari kepada awak media, Sabtu, 4 Juli.
Sebelumnya diberitakan nama Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo kembali terseret usai asisten pribadinya Mufli Budi Ananda dinobatkan menjadi Komisaris di PT Krakatau Posco.
Namun, berdasarkan Pangkalan Data Pendidikan (PDDIKTI), status akademiknya tercatat Mufli Budi Ananda mengundurkan diri pada tahun akademik 2018-2019. Sehingga, Mufli Budi Ananda sampai saat ini belum mencapai pendidikan S1, atau masih Diploma di studi sebelumnya.
PT Krakatau Posco sendiri merupakan perusahaan patungan atau joint venture (JV) antara BUMN PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan perusahaan asal Korea Selatan, POSCO, dengan masing-masing kepemilikan saham 50%. Pemilik manfaat dari PT Krakatau Posco berdasarkan AHU tercatat nama mantan Wakil Menteri, Silmy Karim.
Jabatan Komisaris untuk ‘Ordal” Jadi Sorotan Publik, Ini Penjelasan Istana






