JAKARTA – Direktur lingkar Studi Muda Nusantara, sekaligus pengamat kebijakan publik, Ricard Ahmad Supriyanto, menyoroti sosok JM yang diduga berperan sebagai dalang dalam mengatur semua proyek di Kabupaten Tanggamus.
Ricard menilai keberadaan JM saat ini harus di pertanyakan. Menurutnya, keberadaan JM hanya menjadi duri di Pemda Tanggamus.
”Saya melihat fenomena hari ini di Tanggamus ini jelas mengkhawatirkan banyak pihak dan tentunya akan mengganggu stabilitas pemerintahan Tanggamus,” ujar Ricard saat dihubungi melalui telepon, Rabu, 6 Mei
Ricard juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat di Tanggamus untuk berperan lebih aktif dalam menyikapi persoalan ini, karena dikhawatirkan akan berdampak buruk untuk Kabupaten Tanggamus.
”Seharusnya pihak-pihak lain yang masih aktif dan lebih berkompeten tidak membiarkan hal ini berlarut-larut. Ini bisa menjadi preseden buruk bagi Pemda Tanggamus. Belum ditambah semua isu liar terkait proyek ini tentunya akan mengakibatkan penurunan kinerja para SKPD-SKPD yang ada di Tanggamus” ujar Ricard kembali.
Direktur Lingkar studi Muda Nusantara juga berharap. Adanya ketegasan terkait fenomena keberadaan dan peran JM dalam urusan mengatur proyek.
”Ini sudah jaman digital masih ada yang main monopoli proyek begini. Saya berharap kejadian ini tidak terulang di masa mendatang. Dan ada ketegasan yang jelas, apa benar JM ini sebagai dalang dalam mengatur semua proyek di Tanggamus? “. tandasnya.
Sayangnya hingga berita ini diturunkan, sosok JM belum bisa menjawab secara tegas tudingan kepada dirinya.






