BANDAR LAMPUNG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia di tingkat nasional. Tim Divisi Keamanan Siber UKM Programming Teknokrat (PROTEK) berhasil meraih prestasi juara nasional dalam kompetisi keamanan siber “Rise The Ranger 2” kategori Attack and Defense yang diselenggarakan oleh Satuan Siber (Satsiber) TNI.
Mahasiswa Teknokrat berhasil masuk dalam jajaran Top 6 Nasional setelah bersaing dengan 60 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dengan capaian tersebut, Teknokrat berhasil menempatkan diri dalam 10 persen tim terbaik nasional pada ajang kompetisi keamanan siber tersebut.
Prestasi ini semakin membanggakan karena Teknokrat berada dalam jajaran Top 6 bersama perguruan tinggi dan institusi nasional, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Bina Nusantara, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Siber dan Sandi Negara, serta Institut Teknologi Bandung.
Tim Teknokrat diperkuat oleh tiga mahasiswa, yaitu Erwin Wijaya dan Rizki Dwi Saputra dari Program Studi Informatika, serta Angelica Christiani Susanto dari Program Studi Sistem Informasi, dengan pembimbing Yuri Rahmanto, M.Kom.
Sebelumnya, tim Teknokrat menunjukkan performa gemilang pada tahap penyisihan dengan menduduki peringkat pertama. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi tim untuk melanjutkan perjuangan hingga babak final yang dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.
Kategori Attack and Defense merupakan salah satu kategori kompetisi keamanan siber yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Peserta tidak hanya dituntut mampu menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan sistem lawan, tetapi juga harus secara bersamaan mempertahankan sistem sendiri dari serangan.
Tantangan tersebut membuat peserta harus memiliki kemampuan teknis yang komprehensif, mulai dari vulnerability assessment, penetration testing, eksploitasi sistem, keamanan jaringan, monitoring, deteksi serangan, hingga cyber defense. Selain kemampuan teknis, strategi, kecepatan berpikir,
koordinasi, dan kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan juga menjadi faktor penting dalam kompetisi.
Pembimbing tim PROTEK Teknokrat, Yuri Rahmanto, M.Kom., mengapresiasi perjuangan para mahasiswa yang berhasil membawa nama Universitas Teknokrat Indonesia ke jajaran terbaik nasional.
“Kami sangat bangga dengan perjuangan Erwin, Rizki, dan Angelica. Dari 60 tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi nasional, mereka berhasil menembus jajaran Top 6. Terlebih, kategori yang diikuti merupakan Attack and Defense yang memiliki tingkat kesulitan tinggi karena peserta harus mampu menyerang sekaligus mempertahankan sistemnya,” ujar Yuri.
Menurut Yuri, kompetisi tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan keamanan siber secara praktis.
“Mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana mencari celah dan melakukan serangan, tetapi juga bagaimana mempertahankan sistem, merespons serangan, dan menentukan strategi dalam waktu yang terbatas. Pengalaman seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan dunia industri keamanan siber,” tambahnya.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., menyampaikan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi nasional.
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mencetak talenta digital yang kompeten di bidang keamanan siber serta mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Capaian ini menjadi kebanggaan bagi Universitas Teknokrat Indonesia sekaligus motivasi bagi mahasiswa Teknokrat untuk terus mengembangkan kompetensi, berani berkompetisi, dan menjadi talenta digital yang siap menghadapi tantangan keamanan siber di era transformasi digital. (*)







