UTI  

Universitas Teknokrat Indonesia Komitmen Kuatkan Literasi Digital Dukung Program Baru Aptisi

BANDAR LAMPUNG – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) meluncurkan logo baru sekaligus meresmikan Sekolah Kepemimpinan Perguruan Tinggi sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan dan daya saing perguruan tinggi menghadapi perubahan teknologi.

Ketua Umum Aptisi Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I. mengatakan, peluncuran logo baru pada 17 Agustus 2026 menandai transformasi organisasi menuju era digital. Logo tersebut tetap mempertahankan filosofi buku sebagai simbol pendidikan, namun dipadukan dengan elemen digital yang merepresentasikan perubahan zaman.

Selain logo, Aptisi juga memperkenalkan Sekolah Kepemimpinan Perguruan Tinggi yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas rektor dan pimpinan yayasan. Program ini akan melibatkan para mentor dari kalangan pimpinan perguruan tinggi yang dinilai telah memiliki pengalaman dan kontribusi panjang dalam pengelolaan pendidikan tinggi.

Sekolah ini kita siapkan untuk melatih rektor dan pimpinan perguruan tinggi agar mampu menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang terus berubah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Aptisi juga memperkenalkan buku yang membahas disrupsi pendidikan tinggi dan tantangan perguruan tinggi di era digital. Buku tersebut menyoroti perubahan perilaku mahasiswa yang semakin mudah memperoleh pengetahuan melalui teknologi digital dan sumber belajar terbuka.

Ia mengingatkan perguruan tinggi agar tidak terlambat beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Bersiaplah sebelum mahasiswa menemukan alasan untuk belajar tanpa kampus Anda. Karena tanpa kampus Anda, mereka bisa lebih pintar,” tegasnya.

Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan (AI) akan semakin mempercepat perubahan tersebut. Pada 2030, AI diperkirakan semakin terintegrasi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hukum hingga dunia kerja.

Karena itu, perguruan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada proses pembelajaran dan menghasilkan ijazah. Kampus harus mampu mengubah pengetahuan menjadi keberdayaan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Indonesia tidak akan lahir dari kampus yang hanya berhasil mengajar. Indonesia akan lahir dari kampus yang mampu mengubah pengetahuan menjadi keberdayaan,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc. Kepala LLDikti Wilayah II dan Marindo Kurniawan, S.T., M.M., Sekretaris Daerah Provinsi Lampung yang mewakili Gubernur Lampung.

Kehadiran pimpinan LLDikti Wilayah 2 dan Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan tata kelola dan kepemimpinan perguruan tinggi swasta di wilayah Lampung.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., Rektor Universitas Teknokrat Indonesia.

Rektor Teknokrat menyampaikan apresiasi atas inisiatif Aptisi dan menegaskan kesiapan Teknokrat menghadapi era disrupsi.

“Kami sangat mengapresiasi peluncuran logo baru dan Sekolah Kepemimpinan Aptisi ini. Ini langkah tepat untuk mempersiapkan pimpinan kampus menghadapi era digital dan AI.”

Universitas Teknokrat Indonesia melalui semangat Kampus Berdampak sudah bergerak lebih awal.

“Kami terus memperkuat literasi digital, inovasi, dan kepemimpinan dosen agar lulusan Teknokrat tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberi solusi nyata bagi masyarakat.”

Sesuai pesan Ketua Umum Aptisi, Teknokrat berkomitmen mengubah pengetahuan menjadi keberdayaan agar tetap relevan dan berdampak di era 2045,” ujar Rektor.

Ia menegaskan, era disrupsi menuntut perguruan tinggi memperkuat inovasi, kepemimpinan, literasi digital, dan kemampuan beradaptasi agar tetap relevan bagi generasi muda.

Peluncuran logo baru dan Sekolah Kepemimpinan Perguruan Tinggi diharapkan menjadi langkah APTISI dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perubahan menuju Indonesia 2045. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *