UTI  

Teknokrat Dipercaya Kemendiktisaintek RI Gelar Pelatihan Penulisan Paten Tingkat Nasional

Bandar Lampung, 20-21 Agustus 2026 – Universitas Teknokrat Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten/PDPP Tahun 2026. Kegiatan nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek RI dan berlangsung selama dua hari di Kampus Teknokrat.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan perolehan perlindungan Kekayaan Intelektual (KI), khususnya paten dan paten sederhana yang berasal dari hasil riset dan pengabdian dosen perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dibuka dengan Semangat Budaya Lampung
Acara dibuka dengan khidmat menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Teknokrat, dilanjutkan Tarian Pembukaan “Dendang Besambut”. Para pejabat dan narasumber juga disambut dengan Sekapur Sirih khas Lampung sebagai tanda penghormatan.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Momentum Perkuat Kolaborasi Riset dan Hilirisasi
Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., Rektor Universitas Teknokrat Indonesia dalam welcome speech menyampaikan rasa bangga dan terima kasih karena Teknokrat dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis nasional ini.

Ini momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi di bidang riset dan inovasi. Teknokrat berkomitmen membangun budaya riset, inovasi, kreativitas, dan hilirisasi. Kami mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan invensi yang dapat dipatenkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rektor.

Rektor juga memaparkan capaian Universitas Teknokrat Indonesia di bidang KI. Dosen dan mahasiswa Teknokrat baru saja meraih Penghargaan Paten dari Kemenkum RI atas inovasi “Komposer Cerdas” bidang pertanian dan lingkungan. Inovasi tersebut juga dipamerkan di Expo KSTI 2025 di ITB dan meraih Juara Nasional PIMPI 2025.

Dir. Hilirisasi: Paten Harus Dampak dan Bisa Dikomersialkan Dr. Adhi Indra Hermanu, S.T., M.T., PLT Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemendiktisaintek RI sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya beliau menekankan bahwa riset perguruan tinggi tidak boleh berhenti di publikasi.

KI harus berdampak, paten tidak hanya untuk perlindungan hukum, tetapi harus bisa dikomersialkan dan memberi solusi nyata bagi industri dan masyarakat,” tegasnya.

Beberapa poin penting yang disampaikan:
1. Penguatan ekosistem riset: Dosen didorong aktif riset dan menulis. Perguruan tinggi wajib bangun ekosistem inovasi;
2. Dukungan pendanaan & pengujian: Dari pendanaan riset, uji praklinis-klinis untuk kesehatan, hingga uji alfa-beta untuk aplikasi digital;
3. Jembatan ke industri & investor: Pemerintah mempertemukan pemilik paten dengan industri dan investor agar hasil riset bisa dihilirisasi
4. Kerja sama internasional: Program riset kemitraan internasional untuk memperluas jaringan peneliti.

Beliau juga menekankan 3 jalur hilirisasi: mendorong teknologi yang ada di kampus, menjawab kebutuhan industri, dan mengembangkan inovasi bersama pemerintah daerah.

Materi Inti dari Teori Sampai Praktik Penulisan Paten
Selama dua hari peserta mendapatkan materi langsung dari pakar nasional:
1. Sistem Administrasi & Tata Cara Permohonan Paten – Drh. I Ketut Mudite Adnyane, S.KH, M.Si, PhD, AHVet.(K) – Institut Pertanian Bogor ;
2. Penelusuran Informasi Paten untuk Patentabilitas – Prof. Dr. tech. Ir. Suyitno, S.T., M.T. – Universitas Sebelas Maret ;
3. Metode Penulisan Dokumen Spesifikasi Paten – Dr. Eng. Muhamad Sahlan, S.Si., M.Eng. – Universitas Indonesia ;
4. Praktik Penulisan Deskripsi Paten didampingi Tim Fasilitator DHK

Hari kedua diisi finalisasi, evaluasi hasil penyusunan deskripsi paten, dan penyampaian kesan peserta.

Dihadiri Peserta dari Seluruh Indonesia,
Pelatihan ini diikuti dosen dan pengelola KI dari berbagai perguruan tinggi seperti IPB, UNS, Unsri, ITN Malang, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan lainnya. Turut hadir Tim Hilirisasi Riset dan Industri DHK serta jajaran pimpinan dan dosen Universitas Teknokrat Indonesia.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata. Rektor UTI menyerahkan Batik Lampung karya mahasiswa kepada Direktur Hilirisasi, dan sebaliknya. Foto bersama menandai komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui riset dan inovasi. (uti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *