Spanduk Bertuliskan Tangkap dan Adili Andra Soni, Ada Mafia APBD Beredar ‎

JAKARTA – Tulisan bernada protes terhadap Gubernur Banten Andra Soni bermunculan di sejumlah titik strategis di Kota Tangerang Selatan. Aksi ini diduga berkaitan dengan sorotan publik terhadap kenaikan anggaran jasa tenaga ahli di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

‎Pantauan di lapangan menunjukkan spanduk bertuliskan “Tangkap dan Adili Andra Soni” dan “Ada Mafia APBD” yang mengatasnamakan “Mahasiswa Banten” terpasang di sejumlah lokasi, seperti JPO Ciputat dekat Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Bundaran Pamulang dekat Universitas Pamulang, serta beberapa ruas jalan utama.

‎Gelombang protes ini menguat setelah berbagai elemen masyarakat, termasuk Jaringan Mahasiswa Banten (JMB) Jakarta, mengkritik kenaikan anggaran jasa tenaga ahli yang terus meningkat selama tiga tahun berturut-turut, meski APBD Banten justru mengalami penurunan.

‎Berdasarkan Peraturan Gubernur Banten Nomor 49 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2026, belanja jasa tenaga ahli dialokasikan sebesar Rp55,47 miliar. Nilai tersebut meningkat dari Rp38 miliar pada 2024 dan Rp52,38 miliar pada 2025.

‎Sebaliknya, total APBD Banten terus menyusut, dari Rp11,73 triliun pada 2024 menjadi Rp10,50 triliun pada 2025, lalu kembali turun menjadi Rp10,27 triliun pada 2026.

‎Hingga berita ini ditulis, Pemprov Banten dan Gubernur Andra Soni belum memberikan keterangan resmi terkait maraknya spanduk protes maupun sorotan anggaran tersebut. Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah dan Sekda Banten Deden Apriandhi, namun belum mendapat tanggapan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *