Sasmito Meminta Presiden Prabowo untuk Bongkar BCA Gate, Ada Aset Rp700 T untuk Danantara

JAKARTA – Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN) Sasmito Hadinegoro meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera membongkar dan menangkap mafia keuangan negara di balik skandal raksasa yang telah menggerogoti uang rakyat tersebut. Sasmito menyebutkan bahwa negara sesungguhnya berhak mengambil kembali saham BCA, yang dapat membantu menyehatkan keuangan negara.

“Angin kencang beberapa kali telah kita tiupkan untuk mengusut kembali kasus BLBI-BCA Gate. Pemerintah punya hak untuk mengambil kembali 51 persen saham BCA dengan tidak harus membayar,” ujar Ketua LPEKN Sasmito Hadinegoro dalam keterangan tertulisnya, diterima VOI, Sabtu, 4 Juli.

Sasmito, yang juga ketua umum Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), mengatakan diduga kuat 51 persen saham BCA tersebut direkayasa untuk dijual –sebagai dasar aspirasinya kepada Presiden RI.

“Pada waktu itu, sahamnya berjumlah Rp117 tiliun rupiah pada Desember 2002. Dalam buku, BCA mempunyai utang negara senilai Rp60 triliun, yang diangsur Rp7 triliun setiap tahunnya,” sebut Sasmito.

Sasmito mengingatkan Presiden RI Ke-7 Joko Widodo membentuk Tim Keppres atas masalah tersebut. Hal ini sehariusnya diteruskan oleh Presiden Prabowo, dan menuntaskan penyelidikan BLBI-BCA Gate.

“Kenapa Tim Keppres pemeriksaan BLBI BCA Gate tidak diteruskan? Yang patut diduga di era-era yang lalu terjadi sesuatu yang sangat memprihatinkan. Seperti pemberian obligasi yang sekarang masih diberikan oleh Sri Mulyani dalam triwulan sekali. Mungkin sekarang sudah mencapai Rp1.500 triliunan. Inilah yang luput dari perhatian masyarakat luas,” tegas Sasmito.

Meminta kepada Presiden Prabowo

Menurut Sasmito lagi, para pelaku skandal BLBI-BCA diduga kuat adalah pejabat-pejabat yang saat itu masih menjabat. Dia memaparkan pernah dipanggil KSP Moeldoko untuk dikonfrontir dengan direktur BCA.

“Saya, pada 4 September 2018, dipanggil oleh KSP Pak Moeldoko untuk dikonfrontir dengan direktur BCA. Saya jelaskan semuanya. Mereka tidak bisa membantah. Kita tidak mempermasalahkan BCA-nya karena tetap berjalan. Kalau ini terjadi, jika kasus ini diusut tuntas, maka Presiden Prabowo akan mendapatkan aset senilai 700 triliunan yang dapat dimasukkan ke Danantara,” paparnya.

Sasmito menegaskan dirinya siap untuk menuntaskan kasus BCA Gate jika diperintah Presiden Prabowo untuk memberantas mafia keuangan negara. Menurut pria kelahiran Kediri ini, jika Presiden Prabowo serius menegakkan hukum atas akandal BLBI-BCA, maka ia akan dinilai oleh rakyat sebagai sosok luar biasa dalam menegakkan kedaulatan keuangan negara.

Tinggal membuat satgas pemberantasan mafia keuangan negara. Kalau saat ini (saya) langsung ditunjuk sebagai ketua Tim Satgas Pemberantasan Mafia Keuangan Negara, saya bersedia demi kepentingan NKRI tercinta,” ucap pria kelahiran Kediri tersebut, tegasnya.

Redaksi sudah berusaha untuk mengkonfirmasi informasi ini kepada pihak BCA melalui telepon genggam. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban yang diberikan oleh pihak BCA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *