Kapolda Lampung Instruksikan Tembak di Tempat Pelaku Begal

BANDAR LAMPUNG — Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengambil langkah keras untuk menghadapi maraknya aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Lampung. Karena situasi keamanan semakin meresahkan, ia memerintahkan seluruh jajaran kepolisian menindak tegas pelaku begal, termasuk menembak di tempat jika pelaku membahayakan warga maupun petugas.

Instruksi tersebut muncul setelah aksi kriminal jalanan semakin brutal dan menewaskan Bripka (Anumerta) Arya Supena saat menjalankan tugas. Oleh sebab itu, Polda Lampung kini memperketat pengamanan di sejumlah wilayah rawan kejahatan.

“Saya perintahkan seluruh jajaran untuk tembak di tempat pelaku begal. Tidak ada toleransi,” tegas Helfi.

Menurut Helfi, para pelaku begal kini bertindak semakin nekat karena membawa senjata api dan senjata tajam saat beraksi di jalanan. Akibatnya, masyarakat berada dalam ancaman serius, terutama saat beraktivitas pada malam hari.

“Mereka membawa senjata api maupun senjata tajam yang sangat membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Helfi juga menyoroti keterlibatan pengguna narkoba dalam aksi kriminal jalanan. Ia menilai pengaruh narkoba membuat pelaku bertindak lebih agresif dan tidak ragu melukai korban demi melancarkan aksinya.

“Efek narkoba sangat besar. Mereka cenderung melukai korbannya,” katanya.

Sementara itu, Polda Lampung mulai memperkuat patroli malam, razia kendaraan, dan operasi di sejumlah titik rawan begal. Tidak hanya itu, polisi juga meningkatkan pengawasan untuk menekan angka curanmor yang terus meresahkan warga.

Di sisi lain, warga di sejumlah wilayah Lampung mulai khawatir beraktivitas pada malam hari akibat maraknya aksi begal. Karena alasan tersebut, kepolisian berupaya memperkuat kehadiran personel di lapangan agar masyarakat kembali merasa aman dan nyaman.

Lebih lanjut, Helfi memastikan aparat kepolisian tidak akan memberi ruang bagi pelaku kriminal jalanan di Lampung. Menurutnya, negara harus hadir untuk melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan.

“Masyarakat harus merasa aman. Negara tidak boleh kalah dengan pelaku kejahatan,” tandasnya. (***/rbt/peb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *