LAMPUNG SELATAN– Pengelola Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) memastikan kesiapan layanan dan infrastruktur untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Hingga H-11 Lebaran, kesiapan operasional ruas tol tersebut telah mencapai 99,9 persen.
Kesiapan tersebut disampaikan Direktur PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB), I Wayan Mandia saat Apel Siaga Lebaran yang digelar di Rest Area KM 87B Ruas Tol Bakter, Selasa (10/3/26).
I Wayan Mandia mengatakan seluruh pekerjaan perbaikan mayor di ruas tol telah rampung. Pihaknya juga menyiagakan tim pemeliharaan jalan, termasuk tim penanganan pothole, stok material coldmix, serta taskforce khusus untuk menangani potensi genangan air dan aquaplaning selama periode mudik.
“Secara umum kesiapan jalan tol sudah sangat siap untuk melayani masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini,” ujar I Wayan Mandia.
Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia, pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,9 juta orang, atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut diperkirakan turut memengaruhi volume kendaraan yang melintas di ruas Tol Bakter.
Arus mudik diprediksi berlangsung pada 14–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026. Pada periode angkutan Lebaran tahun lalu, tercatat sebanyak 1.005.654 kendaraan melintas di Tol Bakter selama 21 Maret hingga 10 April 2025.
Untuk mengantisipasi antrean kendaraan, khususnya di gerbang tol dengan volume lalu lintas tinggi, pengelola menambah personel serta menyiapkan mobile reader guna mempercepat proses transaksi. Selain itu, disediakan lajur khusus bagi kendaraan dengan saldo kartu elektronik yang tidak mencukupi agar tidak menghambat arus kendaraan lainnya.
Selain pengaturan lalu lintas, pembatasan kendaraan berat juga diterapkan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) pengaturan lalu lintas angkutan Lebaran. Kendaraan dengan sumbu tiga ke atas dibatasi melintas di jalan tol mulai 13 hingga 29 Maret 2026, kecuali kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok, logistik, serta bantuan bencana.
Bersama Polres Lampung Selatan, pengelola tol juga melakukan penertiban area parkir di sejumlah rest area dari kendaraan sumbu tiga ke atas sejak 7 Maret 2026. Penertiban dilakukan di Rest Area KM 49, KM 33, dan KM 20 untuk memastikan ketersediaan ruang parkir bagi pemudik.
Selama periode mudik dan balik Lebaran, pengelola juga akan menggelar operasi simpatik microsleep di rest area. Pengguna jalan diimbau untuk beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk melalui berbagai media informasi seperti banner, pengeras suara, dan media sosial.
Untuk meningkatkan kenyamanan pemudik, sejumlah fasilitas di rest area turut diperkuat, di antaranya penambahan petugas kebersihan, penyediaan toilet semi permanen, serta posko keamanan, kesehatan, dan layanan dari ASDP Indonesia Ferry. Bengkel resmi juga tersedia di Rest Area KM 49A.
Selain itu, dua SPBU baru telah beroperasi di Rest Area KM 49B dan KM 20A guna memenuhi kebutuhan bahan bakar pemudik selama perjalanan.
Pengguna jalan juga dapat memanfaatkan layanan Call Center Tol Bakter melalui WhatsApp di 0811 277 000 atau telepon 150700. Informasi kondisi lalu lintas dapat dipantau secara real time melalui CCTV yang terhubung dengan aplikasi AsToll.
Sebagai tambahan layanan, pengelola juga menyediakan kendaraan derek atau towing gratis bagi pengguna jalan tol. Saat ini tersedia dua unit kendaraan towing serta sembilan kendaraan derek dengan kapasitas 5 hingga 25 ton.
Untuk mengantisipasi kepadatan menuju Pelabuhan Bakauheni, pengelola juga menyiapkan sistem delay di sejumlah rest area seperti KM 87B, KM 49B, KM 33B, dan KM 20B. Sistem ini diterapkan untuk mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di kawasan pelabuhan.
“Dengan berbagai persiapan tersebut, kami berharap perjalanan mudik masyarakat melalui Tol Bakter dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar,” tutup I Wayan Mandia.
Sebagai informasi, Tol Bakauheni–Terbanggi Besar memiliki panjang sekitar 140 kilometer dan menghubungkan tiga kabupaten di Provinsi Lampung, yakni Lampung Selatan, Pesawaran, dan Lampung Tengah. Ruas tol ini dikelola Indonesia Investment Authority (INA) melalui Badan Usaha Jalan Tol PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll yang bekerja sama dengan PT Hakaaston sebagai penyedia layanan operasional. (dit)






