JAKARTA – Jaringan internet sudah merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat saat ini untuk mendapatkan informasi. Jaringan telekomuniasi di Kabupaten Mimika dan beberapa daerah di Papua Tengah serta di Papua Selatan mengalami gangguan.
Gangguan ini disebabkan adanya putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sorong-Timika-Merauke milik PT Telkom, yang melayani akses internet di wilayah terdampak.
Ganguan jaringan terjadi di beberapa diantaranya Kabupaten dan Kota Merauke, Kabupaten Mimika, Mappi, Asmat, Boven Digoel, Kabupaten dan Kota. Nabire, Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Paniai, Kaimana, Waropen, dan Kepulauan Aru.
General Manager Region Network Operation and Productivity Telkomsel Maluku dan Papua, Yasrinaldi menyampaikan permohonan maaf sehubungan dengan terjadinya penurunan kualitas layanan broadband 4G Telkomsel dan terputusnya layanan Indihome di Beberapa Wilayah Prov. Papua Selatan & Prov. Papua Tengah
“Gangguan terjadi akibat putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sorong-Timika-Merauke milik PT Telkom, yang melayani akses internet di wilayah terdampak,” kata Yasrinaldi melalui pernyataan resminya.
Daerah lain yang terdampak antara lain Kab/Kota . Merauke, Kab. Mimika, Kab. Mappi, Kab. Asmat, Kab. Boven Digoel, Kab/Kota. Nabire, Kab. Deiyai, Kab. Dogiyai, Kab. Paniai, Kab. Kaimana, Kab. Waropen, dan Kab. Kepulauan Aru. Dan akibat putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Telkom Sulawesi-Maluku-Papua Cable System #2 (SMPCS#2) ruas Sorong-Merauke yang melayani akses internet di wilayah tersebut akibat faktor non-teknis/kondisi alam dan diluar kendali manusia.
Perlu diketahui, Menteri Trenggono menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut. Aturan ini bertujuan membenahi kabel bawah laut yang sebelumnya tidak tertata. KKP di bawah arahannya mewajibkan setiap pemasangan kabel laut memiliki izin Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) untuk memastikan keberlanjutan ekosistem.
Sakti Wahyu Trenggono berperan sebagai regulator dan pengawas yang menata kabel laut agar sesuai dengan prinsip ekonomi biru. Berdasarkan penelusuran, selama dalam pengawasan Sakti Wahyu Trenggono, di wilayah Papua Selatan (Merauke), kabel optik bawah laut dilaporkan terputus hampir setiap tahun dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2023 saja, tercatat terjadi 2 kali kerusakan di wilayah tersebut.
Berikut catatan Kabel Bawah Laut yang putus di Tahun 2025 – 2026
Januari 2026: Terjadi gangguan jaringan internet di Kotabaru akibat kabel bawah laut yang putus, yang memicu desakan dari pemerintah daerah untuk percepatan perbaikan oleh operator.
Agustus 2025: Terjadi kerusakan kabel laut pada jalur Merauke-Sorong yang menyebabkan lumpuhnya internet di beberapa kabupaten seperti Mappi, Boven Digoel, Asmat, Kaimana, dan Sorong.
Agustus 2025: Kabel laut di wilayah Namlea dilaporkan putus, mengakibatkan gangguan komunikasi yang memerlukan pembangunan posko darurat.
Agustus 2025: Kerusakan terjadi pada sistem kabel laut ruas Sulawesi-Papua






