LAMPUNG TIMUR— Upaya memperkuat sinergi dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus didorong di Kabupaten Lampung Timur. Salah satunya melalui pertemuan antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung Timur dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Timur, Senin (7/9/2026).
Ketua SMSI Lampung Timur Eko Wahyuntoro bersama sejumlah pengurus bersilaturahmi ke Kantor BNNK Lampung Timur. Kedatangan rombongan tersebut diterima langsung Kepala BNNK Lampung Timur Maman Permana beserta jajaran.
Pertemuan itu menjadi momentum untuk membahas peran strategis media dalam mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Dalam diskusi tersebut, SMSI Lampung Timur menyatakan kesiapannya untuk turut memperluas edukasi kepada masyarakat melalui pemberitaan yang informatif dan mudah dipahami.
“SMSI Lampung Timur berkomitmen mendukung penuh program BNNK. Melalui pemberitaan yang cepat, akurat, dan masif, kami ingin bersama-sama membangun kesadaran masyarakat agar menjauhi narkoba,” ujar Eko.
Eko menilai media memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi mengenai bahaya narkoba sekaligus mendorong masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya pencegahan.
Sementara itu, Kepala BNNK Lampung Timur Maman Permana menyambut positif komunikasi yang dibangun SMSI. Ia menilai dukungan media dibutuhkan agar pesan-pesan terkait bahaya narkoba dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kami sangat menyambut baik sinergi ini. Media adalah corong penting. Dengan bantuan rekan-rekan SMSI, pesan-pesan pencegahan narkoba bisa sampai ke seluruh lapisan masyarakat,” kata Maman.
Selain membangun komunikasi, kedua pihak juga menyepakati pentingnya kegiatan bersama untuk memperkuat kampanye antinarkoba.
Sejumlah agenda yang berpotensi dikolaborasikan antara lain sosialisasi, talkshow, serta publikasi secara berkala mengenai bahaya narkotika dan informasi terkait rehabilitasi.
Kolaborasi SMSI Lampung Timur dan BNNK diharapkan mampu memperkuat gerakan pencegahan narkoba sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. (*)







