Intip Sosok “Markus” Papan Atas Ferry Yanto Hongkriwang yang Diduga Pemilik Emas Batangan ‎

JAKARTA – Ferry Yanto Hongkiriwang merupakan sosok pengusaha asal Luwuk dan pemilik kafe/restoran Prancis Gontran Cherrier (Cafe de’Clan Signature) di bilangan Jakarta Selatan.

‎Daerah Sentul city merupakan lokasi yang akrab dengan pria yang biasa dikenal dengan sebutan ‘boboho’. Ia juga aktif sebagai promotor balap di Sirkuit Sentul, Bogor.

‎Namanya mulai mencuat ke publik pada pertengahan tahun 2025 setelah ditangkap terkait kasus penculikan serta penganiayaan terhadap anggota Densus 88.

‎Indonesia Police Watch (IPW) menduga Ferry berperan sebagai makelar kasus (broker) yang menghubungkan pihak berperkara dengan oknum pejabat tinggi di Kejaksaan Agung (Jampidsus).

‎Penyidik dari Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah rumah mewah miliknya di Perumahan Golf Hijau, Sentul City.

‎Di dalam brankas rahasia rumah tersebut, polisi menyita aset fantastis berupa 74 kg emas batangan, uang tunai 4,76 juta dolar AS, 14,08 juta dolar Singapura, dan uang rupiah.

‎Polisi juga menyita sebuah foto keluarga di dalam rumah tersebut yang diisukan merupakan foto keluarga Jampidsus, Febrie Adriansyah.

‎Ferry diduga bekerja sama dengan oknum jaksa untuk memeras tersangka korupsi kakap (seperti kasus timah dan Asabri), di mana hasil pemerasan tersebut disamarkan dalam bentuk uang tunai, emas, maupun aset properti mewah.

‎Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan barang bukti tersebut ditemukan di dalam brankas yang terkunci dan disimpan dalam tujuh koper.

‎”Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD, kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar,” kata Totok di Perumahan Bogor Golf Hijau, Kamis (9/7).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *