JAKARTA – BEM PERSATUAN INDONESIA, yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa lintas perguruan tinggi se-Jabodetabek , hadir sebagai suara mahasiswa yang percaya bahwa demokrasi dibangun di atas dialog, dirawat dengan argumentasi dan diperjuangkan dengan intelektual.
Pola anarkisme dan provokasi yang dilakukan oknum mahasiswa yang mengatasnamakan kegelisahan masyarakat jelas mencoreng demokrasi.
BEM PERSATUAN INDONESIA mengakui kekecewaan masyarakat atas program pemerintah seperti MBG perlu disuarakan. Atas dasar itu BEM PERSATUAN INDONESIA
menyampaikan pernyataan sikap resmi sebagai berikut:
1. Mendesak Pemerintahan Presiden Prabowo untuk melakukan evaluasi secara komprehensif dan terukur terhadap kinerja setiap lembaga negara, terutama lembaga – lembaga yang dimandatkan untuk melaksanakan program strategis pemerintah serta mengkaji kembali Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Kelurahan Merah-Putih.
Pelaksanaan dan penggunaan anggaran disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta asas-asas umum pemerintahan yang baik (AAUPB).
2. Mengecam keras insiden persekusi ruang-ruang diskusi karena tidak sesuai dengan rinsip-prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat yang dianut oleh mahasiswa dan civitas
akademika. Kampus adalah tempat argumen mengalahkan amarah, nalar menundukkan mosi, dan perbedaan pandangan diselesaikan dengan debat, bukan dengan kekerasan.
3. Menagih pernyataan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono serta pejabat publik lainnya untuk senantiasa hadir di tengah-tengah forum diskusi dengan mahasiswa dan jaringan
akademisi. Serta mengajak seluruh elemen masyarakat sipil dan mahasiswa untuk menjadikan majelis dialog ini sebagai titik balik demokrasi, bahwa rakyat dan pemerintah tidak boleh ada jarak, bisa duduk setara dalam satu meja untuk kepentingan rakyat.
4. Meminta pemerintah untuk menjamin stabilitas harga BBM bersubsidi dan memastikan lokasi subsidi tepat sasaran serta mengambil langkah-langkah startegis lainnya untuk menjaga daya beli masyarakat, memulihkan kepercayaan investor terhadap fundamental
konomi Indonesia, hingga menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Empat Tuntutan Badan Persatuan Indonesia di Rezim Prabowo






