News, UTI  

Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Halal BiHalal

LAMPUNG- Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Gelanggang Mahasiswa Dr. HM Nasrullah Yusuf dalam kegiatan halalbihalal keluarga besar Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), yang digelar usai perayaan Idulfitri.

Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., Pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat Hj. Hernaini, S.S., M.Pd., Ketua Yayasan Dewi Sukmasari, S.E., M.S.A., CA., Ak., serta jajaran manajemen, dosen, dan tenaga kependidikan.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat, Dewi Sukmasari, menyampaikan pesan mendalam mengenai makna kepemimpinan yang harus dimiliki setiap individu di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa setiap insan Teknokrat merupakan pemimpin yang memiliki tanggung jawab moral sebagai teladan bagi lingkungan sekitarnya.

“Kepemimpinan harus tertanam dalam diri kita semua. Saat ini Teknokrat telah menjadi kampus berprestasi di tingkat ASEAN hingga internasional, sehingga setiap langkah kita akan menjadi sorotan dan contoh bagi dunia luar,” ujar Dewi.

Lebih lanjut, Dewi mengingatkan bahwa mempertahankan reputasi global membutuhkan kesadaran dan kehati-hatian dalam setiap tindakan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kepekaan emosional dalam menjalankan peran masing-masing.

“Kita perlu menyeimbangkan antara rasio dan hati. Tidak hanya terus belajar dan meningkatkan kompetensi, tetapi juga menumbuhkan empati dan kasih sayang dalam setiap interaksi,” tambahnya.

Menurutnya, nilai keteladanan harus diterapkan secara berjenjang dalam lingkungan kampus. Manajemen diharapkan menjadi panutan bagi dosen, dosen menjadi teladan bagi mahasiswa, dan tenaga kependidikan menjadi contoh bagi generasi berikutnya. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, merupakan warisan kepemimpinan yang telah dibangun oleh para pendiri dan harus terus dijaga secara konsisten.

Selain itu, Dewi juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus mengembangkan diri, baik dari sisi keilmuan maupun karakter, sebagai bagian dari proses menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani bulan suci Ramadan.

Ia menegaskan bahwa visi sejati Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya tertuang dalam dokumen formal, tetapi juga tercermin dalam semangat keberlanjutan, yakni “Hadir Sepanjang Masa”.

“Mari kita hilangkan keraguan dan terus menyebarkan energi positif kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kasih sayang, kita dapat membawa Teknokrat menjadi institusi yang tidak hanya unggul, tetapi juga memberi dampak nyata bagi dunia,” tuturnya.

Kegiatan halalbihalal ini kemudian ditutup dengan saling bersalam-salaman dan permohonan maaf lahir dan batin, menandai dimulainya kembali aktivitas akademik dengan semangat baru yang lebih kuat.

Kegiatan halalbihalal tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga memiliki makna strategis dalam membangun budaya organisasi yang sehat di lingkungan perguruan tinggi. Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, integritas, serta komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Dalam konteks Universitas Teknokrat Indonesia, kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana nilai spiritual dan budaya lokal dapat diintegrasikan dengan visi global kampus. Penguatan karakter kepemimpinan yang berbasis nilai menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi dan transformasi digital.

Selain itu, budaya saling menghargai dan membangun hubungan harmonis antar sivitas akademika menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan inovatif. (uti)