Bandar Lampung – Kampus berdampak, sebanyak 40 guru dari SMK PGRI 4 Bandar Lampung dan SMP PGRI 6 Bandar Lampung mengikuti In-House Training (IHT) bertema pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan media pembelajaran digital di Komplek PGRI Sukarame, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–15.00 WIB tersebut dibuka oleh Ketua Yayasan PGRI serta dihadiri Kepala SMP PGRI 6 Bandar Lampung Sri Lestari Purwaningsih, S.S. dan Kepala SMK PGRI 4 Bandar Lampung Dra. Sofiyah.
Kepala Sekolah SMK PGRI 4 Bandar Lampung dalam sambutannya apresiasi dengan acara pelatihan yang disampaikan oleh dosen Teknokrat, kepala sekolah menghimbau agar semua guru mulai menggunakan media pembelajaran digital saat pelaksanaan pembelajaran, dari pelatihan ini berharap juga guru semestinya mengintegrasikan AI dalam proses pembelajaran dan guru dapat menggunakan AI dalam merancang perencanaan pembelajaran.
Pelatihan menghadirkan dosen Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Afrianto, M.Hum. dan Refiesta Ratu Anderha, S.Pd., M.Pd., dalam rangka pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Dalam paparannya, para narasumber memperkenalkan berbagai pemanfaatan AI untuk mendukung proses pembelajaran, mulai dari penyusunan perangkat ajar, pengembangan modul, LKPD, asesmen, hingga pembuatan media pembelajaran yang lebih interaktif. Guru juga diperkenalkan dengan pendekatan Prompt-Based Instructional Design (PBID), yakni pendekatan yang membantu guru menyusun prompt secara sistematis agar AI menghasilkan rancangan pembelajaran yang tetap berpijak pada tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.
Selain memahami konsep, para peserta mempraktikkan penyusunan prompt untuk menghasilkan Rencana Pembelajaran Mendalam yang menerapkan prinsip Meaningful, Mindful, dan Joyful Learning. Guru juga dikenalkan berbagai aplikasi AI serta platform digital yang dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab guna meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Pada sesi siang, Dr. Afrianto memaparkan strategi mengintegrasikan gamifikasi, video animasi, dan multimedia interaktif ke dalam pembelajaran. Berbagai platform seperti Kahoot!, Wordwall, Genially, Educaplay, dan Baamboozle diperkenalkan sebagai alternatif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan berpusat pada peserta didik.
Di kesempatan lain, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., mengatakan bahwa pemanfaatan AI harus dipahami sebagai sarana untuk memperkuat kompetensi guru, bukan menggantikan perannya di dalam kelas.
“AI dapat membantu guru bekerja lebih efektif dalam merancang pembelajaran, namun keputusan pedagogis tetap berada di tangan guru. Karena itu, literasi AI perlu dibangun berdampingan dengan penguatan kompetensi profesional pendidik,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru dalam bidang teknologi digital merupakan bagian penting dalam mempersiapkan pendidikan Indonesia menghadapi perubahan yang semakin cepat.
“Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen mendukung transformasi pendidikan melalui pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin guru tidak hanya mengenal Artificial Intelligence, tetapi mampu memanfaatkannya secara etis, kreatif, dan produktif untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas bagi peserta didik,” kata Nasrullah Yusuf.
Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia bersama sekolah-sekolah PGRI di Bandar Lampung berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan terus berkembang sehingga inovasi pembelajaran berbasis teknologi dapat diterapkan secara nyata di ruang-ruang kelas. (uti)
kuliah di spmb.teknokrat.ac.id







