LAMPUNG- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia.
Apliansi Dionages, mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Olahraga Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan, berhasil meraih medali perak pada ajang Fighter of Road to PON Beladiri dalam Kejuaraan Nasional Boxing Championship yang digelar Polresta Bandar Lampung pada 13–15 Februari 2025.
Capaian tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan Apliansi sebagai mahasiswa sekaligus atlet tinju yang terus berupaya mengembangkan potensi diri dan mengharumkan nama kampus.
Dalam keterangan tertulisnya, Apliansi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan penuh dari berbagai pihak yang telah mendampinginya selama proses latihan hingga pertandingan.
“Medali perak ini bukanlah akhir, melainkan motivasi untuk terus berlatih lebih keras demi meraih prestasi yang lebih tinggi dan membawa nama baik kampus serta daerah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan universitas, pelatih, tim, keluarga, serta rekan-rekan mahasiswa yang senantiasa memberikan doa dan semangat. Menurutnya, keseimbangan antara akademik dan latihan menjadi tantangan tersendiri yang membentuk karakter disiplin dan tangguh.
“Semoga ke depan saya bisa tampil lebih maksimal dan terus membawa kebanggaan dalam setiap kesempatan,” tambahnya.
Rektor: Beladiri Berkontribusi pada SDGs
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyampaikan bahwa olahraga beladiri memiliki peran strategis dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menurutnya, berbagai kajian internasional, termasuk dari UNESCO, menempatkan beladiri sebagai instrumen efektif dalam pengembangan karakter pemuda dan pemberdayaan masyarakat.
“Beladiri bukan hanya tentang kompetisi di arena, tetapi juga sarana pendidikan karakter, pembentukan mental, dan pembangunan manusia yang berkelanjutan,” ujarnya. (uti)







