Meski Ada Larangan Umroh Oleh Arab Saudi, Tahapan Calon Jamaah Pesawaran Tetap Berjalan

284 views

PESAWARAN- Meski Pemerintah Arab Saudi sudah mengeluarkan larangan untuk berumroh, namun Pemerintah Kabupaten Pesawaran tetap menjalankan tahapan demi tahapan bagi jamaah umroh pesawaran.

Untuk mengingatkan, Arab Saudi mengeluarkan larangan umroh sebagai pencegahan penularan virus corona (convid-19) di tanah suci.

” Kalo soal berangkat tidaknya jamaah umroh kita ketanah suci, itu kan menjadi urusan Pemerintah kita sama Pemerintah Arab Saudi. Tapi kalo untuk pelaksanan program itu tetap berjalan, seperti pelaksanaan lelang dan pemenuhan kelengkapan administrasi bagi peserta umroh, itu tetap berjalan seperti biasa,” kata Kabag Sosial Masyarakat Setkab Pesawaran, Razak, Selasa (10/03/20)

Dilanjutkannya, ini dilakukan lantaran program umroh sudah menjadi agenda rutin tiap tahun dilaksanakan Pemerintah Pesawaran. Untuk itu pihaknya tetap terus menjalankan semua tahapan proses yang harus di lalui bagi peserta umroh.

” Posisi kita hanya bisa menunggu keputusan yang akan diambil pimpinan. Ini kan sudah menyangkut urusan Pemerintah Pusat dan larangan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi. Jadi kita tunggu saja apa nanti keputusannya” ujar
Kalaupun misalkan nanti, lanjut Razak, terjadi sampai habisnya tahun ini, Pemerintah Arab Saudi tidak juga mencabut larangannya.

” Ya bagi kita sih gak masalah, kita tinggal kembalikan saja anggarannya ke kas negara. Dan kepada calon peserta umroh yang terdaftar dan telah siap diberangkatkan, itu masuk daftar tunggu dan menjadi prioritas untuk diberangkatkan umroh di tahun berikutnya sampai larangan itu dicabut pemerintah Arab,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada peserta yang terdaftar dan telah memenuhi persyaratan untuk berangkat tahun ini, agar tidak putus asa atau berkecil hati atas munculnya larangan itu.

“Pokoknya kalau larangan umroh itu dicabutnya masih dibawah tanggal 20 Desember 2020, dimungkinkan jemaah umroh masih bisa kita berangkatkan. Tapi kalau lewat dari itu ya terpaksa harus tahun depan. Intinya bagi kita semakin cepat larangan dicabut, itu semakin baik,” pungkasnya (rid/dit)

BACA JUGA :   Surat Terbuka untuk JMSI