UTI  

Teladani Akhlak Nabi, Universitas Teknokrat Indonesia Dorong Sivitas Akademika Berilmu dan Berintegritas

Bandar Lampung, 2026 – Universitas Teknokrat Indonesia menggelar kegiatan pembinaan spiritual dengan tema “Meneladani Akhlak-Nya untuk Menjadi Insan yang Berilmu dan Berintegritas”. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan Universitas Teknokrat Indonesia.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Teknokrat Indonesia, Aulya Rahman Isnain, S.Kom., M.Cs., dalam sambutannya Aulya menegaskan, meskipun Universitas Teknokrat Indonesia dikenal sebagai kampus yang bergerak di bidang teknologi, ekonomi, dan bahasa, proses pembelajaran yang dijalankan tidak pernah meninggalkan nilai-nilai agama.

“Insyaallah dalam proses pembelajaran di Universitas Teknokrat Indonesia ini, kami tidak meninggalkan nilai-nilai agama. Kami juga terus meneladani ajaran Rasulullah untuk selalu berbagi dan menyantuni anak yatim serta fakir miskin di Provinsi Lampung. Setiap tahun Yayasan Pendidikan Teknokrat selalu menunaikan zakat mal. Melalui zakat mal ini kita diajarkan untuk berbagi dan meneladani apa yang telah disampaikan Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujar Aulya.

Dalam sambutannya, Aulya menggarisbawahi tiga sifat teladan Rasulullah SAW yang harus diimplementasikan civitas akademika, yaitu:

1. Siddiq – Jujur dan dapat dipercaya
“Sifat ini penting dalam proses pembelajaran. Dosen harus jujur dalam mengajar dan meneliti. Mahasiswa harus jujur dalam kuliah dan menuntut ilmu. Di Universitas Teknokrat Indonesia kita junjung tinggi kejujuran dalam setiap tugas.”
2. Fathonah – Cerdas
“Rasulullah adalah pemimpin yang sangat cerdas dan mampu melihat perkembangan zaman. Begitu juga di Teknokrat, kita harus adaptif. Buktinya kita punya Dinopark, robotik, dan fokus pada teknologi, kewirausahaan, dan bahasa. Jika kita tidak mengikuti perkembangan zaman, kita akan tertinggal. Kita ingin mencetak mahasiswa yang siap menjadi Generasi Emas 2045.”
3. Amanah dan Tabligh – Bertanggung jawab dan menyampaikan kebenaran
“Mari kita saling mengingatkan dan berkomunikasi dengan baik dalam bekerja. Sebagai civitas akademika, kita harus bertanggung jawab atas tugas kita, baik di dunia maupun di akhirat.”

Aulya juga menyampaikan bahwa nilai-nilai ini sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Dosen Terbaik. Mahasiswa Terbaik. Kampus Terbaik. yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial.

Acara dilanjutkan dengan Mahalul Qiyam sebagai bentuk penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dipimpin oleh Tim Shalawat Asma Yusuf Teknokrat. Seluruh hadirin diminta berdiri bersama-sama mengikuti pembacaan shalawat.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat karakter, integritas, dan semangat berbagi di lingkungan Universitas Teknokrat Indonesia, serta mendukung peran kampus sebagai Kampus Berdampak dalam mewujudkan SDGs.

Dalam acara ini dihadiri oleh Pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat Ibu Hj. Hernaini, SS., M.Pd., Wakil Rektor dan Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia.

Dilanjutkan Tausiyah dan di sampaikan oleh Ustadz Dr. H. Asep Kholis Nurjamil, SH.I., M.Kom.I.
sebagai pemateri.

Mengusung suasana santai namun sarat makna, tausiyah tersebut mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk meneladani akhlak Nabi agar menjadi insan yang berilmu dan berintegritas.

Maulid di Hari Jumat, Bukti Komitmen Kampus Bernuansa Islami
Ustadz Asep mengapresiasi Universitas Teknokrat Indonesia yang memilih waktu Jumat di pagi Dhuha untuk memperingati Maulid. Menurutnya, Jumat adalah hari yang paling dicintai Nabi setelah Senin.
“Ini hebatnya Teknokrat. Walaupun bukan lembaga Islam, tapi nafasnya nafas Islami. Lihat hadrohnya, cuma 5 orang tapi adem. Ini bukti kampus ini ingin makin dicintai Allah dan makin berkah,” ujar Ustadz Asep.

Ia juga menyampaikan doa untuk Ibu Pembina Yayasan Hj. Hernaini, S.S., M.Pd. dan Bapak Rektor Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.BA. yang berhalangan hadir karena sedang bertugas di Masjid Al-Hijrah Kota Baru. Ustadz Asep menyebut Bapak Rektor sebagai tokoh yang mewakafkan waktu, ilmu, dan hartanya untuk umat, dan berharap keberkahan pembangunan masjid itu juga mengalir ke keluarga besar Teknokrat.

3 Alasan Mengapa Kita Harus Cinta Nabi Muhammad SAW
Dalam tausiyahnya, Ustadz Asep menyampaikan 3 alasan utama umat Islam harus mencintai Nabi:
1. Agar Dicintai Allah
Mengutip QS. Ali Imran ayat 31, beliau menegaskan bahwa bukti cinta kepada Allah adalah dengan mengikuti Nabi. “Mana mungkin kita ikut Nabi kalau tidak cinta. Orang yang cinta Nabi, berarti sedang dicintai Allah. Dan kalau Allah sudah cinta, maka semua urusan akan dimudahkan.”
2. Agar Mendapat Syafaat dan Masuk Surga Bersama Nabi
Dengan segala kekurangan amal kita, syafaat Nabi menjadi harapan terbesar untuk bisa masuk surga.
3. Menjadikan Nabi sebagai Uswatun Hasanah
Minimal ada 2 teladan Nabi yang wajib ditiru: Syukur dan Sabar. Nabi yang sudah dijamin surga saja tetap tahajud hingga bengkak kakinya. “Afala akunu abdan syakuro. Apakah aku tidak boleh jadi hamba yang bersyukur?” Begitu juga dalam menghadapi ujian, Nabi tetap sabar dan mendekat kepada Allah.
4. Sifat Rasulullah yang Harus Ada di Teknokrat

Ustadz Asep mengingatkan 4 sifat utama Nabi yang harus dihidupkan civitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia:
1. Siddiq – Jujur. Jujur dalam mengajar, belajar, meneliti, dan menggunakan nikmat panca indera untuk kebaikan.
2. Amanah – Tanggung Jawab. “Perusahaan tidak selalu butuh orang paling pintar, tapi butuh orang jujur dan tanggung jawab. Datang lebih pagi, selesaikan kerja dengan baik.”
3. Fathonah – Cerdas. Terus belajar dan tidak puas dengan ilmu. “Jangan pernah puas dengan ilmu. Rabbi zidni ilma. Teknokrat harus cetak Generasi Emas 2045 di bidang teknologi, robotik, kewirausahaan, dan bahasa.”
4. Tabligh – Menyampaikan dan Bermanfaat. “Khairunnas anfa’uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” Termasuk dalam memanfaatkan media sosial untuk dakwah dan kebaikan, bukan dosa jariyah.

Beliau juga mengingatkan agar seluruh aktivitas di kampus dilakukan karena Allah, bukan karena gaji atau status. “Kalau karena Allah, Allah yang akan mengatur. Ada orang belum lulus sudah ditawari kerja. Ada yang pacaran 10 tahun tidak jodoh, ada yang ketemu di Facebook langsung jodoh. Karena Allah yang Maha Mengatur.”

Penutup: Doa untuk Keberkahan Kampus
Acara ditutup dengan istigfar, shalawat, dan doa bersama. Ustadz Asep memohon agar Allah mencintai dan memberkahi Universitas Teknokrat Indonesia, menyehatkan seluruh pimpinan, dosen, staf, dan mahasiswa, serta menjadikan kampus ini berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi, dosen, dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. Acara dilanjutkan dengan Mahalul Qiyam yang dipimpin Tim Shalawat Asma Yusuf Teknokrat.

Universitas Teknokrat Indonesia terus berkomitmen mencetak Dosen Terbaik. Mahasiswa Terbaik. Kampus Terbaik. yang unggul, berkarakter, dan berdampak dalam mendukung pencapaian SDGs. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *