UTI  

UTI Siap Wujudkan Arahan Mendiktisaintek RI Perluas Peluang Kerja

BANDAR LAMPUNG, 23 Agustus 2026 — Pemerintah mendorong perguruan tinggi swasta (PTS) memperkuat program penyiapan lulusan agar mampu memanfaatkan peluang kerja di luar negeri. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat peran kampus dalam pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan *Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Bapak Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.* dalam *Rapat Kerja Nasional I APTISI 2026* di Bandar Lampung. Ia mengapresiasi berbagai terobosan APTISI yg di Ketuai oleh Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., termasuk program *Global Talent* dan Sekolah Kepemimpinan Perguruan Tinggi.

Menurut Menteri, sejumlah negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, dan negara-negara Eropa menghadapi kekurangan tenaga kerja. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi lulusan perguruan tinggi Indonesia.

Peluang bekerja di luar negeri itu sangat besar. Karena itu, kita ingin menangkap peluang tersebut dengan menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah tengah mendorong program pengiriman lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di luar negeri. Persiapan tidak hanya mencakup kompetensi akademik, tetapi juga sertifikasi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.

Untuk mengatasi kebutuhan biaya sertifikasi dan persiapan keberangkatan, pemerintah juga menjajaki kerja sama dengan sektor perbankan. Skemanya diharapkan dapat membantu lulusan memperoleh pembiayaan yang kemudian dibayarkan melalui sebagian penghasilan setelah bekerja di luar negeri.

Ini terobosan yang luar biasa untuk membuat kampus lebih berdampak dan lebih berdaya,” katanya.

*Dorong Kampus Lebih Efisien*
Selain membuka peluang kerja global, pemerintah juga mendorong penguatan tata kelola perguruan tinggi agar semakin efisien dan berdaya saing. Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah penggabungan perguruan tinggi negeri yang dinilai belum mencapai skala pengelolaan yang efisien.

Menurutnya, penguatan skala ekonomi kampus penting agar pengelolaan sumber daya, sistem informasi, administrasi akademik, hingga manajemen perguruan tinggi dapat berjalan lebih efektif.

Ia menegaskan, pemerintah terbuka terhadap masukan dari APTISI dan seluruh perguruan tinggi swasta untuk memperbaiki kebijakan pendidikan tinggi.

Kami sangat terbuka menerima berbagai masukan sehingga kita bisa melakukan apa yang memang perlu dilakukan untuk kemajuan perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini turut hadir Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc. Kepala LLDIKTI Wilayah II dan Marindo Kurniawan, S.T., M.M., Sekretaris Daerah Provinsi Lampung yang mewakili Gubernur Lampung.

Kehadiran pimpinan wilayah dan daerah menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi swasta dalam memajukan pendidikan tinggi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, *Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A.*, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia.

Rektor Teknokrat menyampaikan apresiasi atas arahan Menteri dan kesiapan Teknokrat dalam program Global Talent.

Kami sangat mengapresiasi arahan Bapak Menteri. Universitas Teknokrat Indonesia melalui semangat KAMPUS BERDAMPAK sudah menyiapkan kurikulum, sertifikasi, dan kerja sama industri agar lulusan kami siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Program Global Talent ini sejalan dengan visi Teknokrat untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing global. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan APTISI untuk mewujudkan SDM Indonesia yang mendunia,” ujar Rektor.

Menutup sambutannya, Menteri menyampaikan salam dari *Presiden Prabowo Subianto* dan apresiasi atas kontribusi APTISI dalam menghadirkan berbagai inovasi yang membuat perguruan tinggi semakin berdampak bagi masyarakat.

Ia berharap Rakernas I APTISI 2026 menghasilkan program dan rekomendasi konkret bagi kemajuan pendidikan tinggi serta masa depan sumber daya manusia Indonesia. (uti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *