Silmy Karim Tercatat Sebagai Pemilik Manfaat dari PT Krakatau Posco dan ‘Suster’ Raffi Ahmad Jadi Komisarisnya

JAKARTA – Nama Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Silmy Karim, dan Mufli Budi Ananda menjadi perhatian publik setelah muncul dalam struktur kepemimpinan PT Krakatau Posco.

‎Sorotan tidak hanya tertuju pada penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai anggota dewan komisaris, tetapi juga pada data Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum yang mencantumkan nama Silmy Karim sebagai beneficial owner (pemilik manfaat) PT Krakatau Posco.

‎Berdasarkan tangkapan layar sistem AHU yang beredar, nama Silmy Karim tercantum sebagai Pemilik Manfaat dengan kriteria memiliki kewenangan untuk mengangkat, mengganti, atau memberhentikan anggota direksi dan dewan komisaris, serta memiliki kewenangan atau kekuasaan untuk memengaruhi atau mengendalikan perseroan tanpa harus memperoleh otorisasi dari pihak lain.

‎Namun, pada bagian bawah laman tersebut juga terdapat keterangan bahwa data merupakan hasil isian pelapor dan Direktorat Jenderal AHU tidak melakukan verifikasi terhadap data yang disampaikan.

Sebelumnya diberitakan jika istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina suka menyebut Mufli Budi Ananda sebagai susternya Raffi.

‎Di sisi lain, nama Mufli Budi Ananda menjadi perbincangan setelah tercantum sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.

‎Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Bloomberg Technoz, Mufli mendampingi Komisaris Utama Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro, sementara posisi Presiden Direktur masih dijabat Kim Young-Joong.

‎Mufli selama ini dikenal sebagai mantan asisten pribadi Raffi Ahmad yang kini menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.

‎Penunjukannya di perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO Korea Selatan itu kemudian memicu berbagai respons di ruang publik.

Saat ini perlu diketahui Silmy Karim sedang menjalani sanksi hukuman dan berstatus tersangka atas dugaan pemerasan dan gratifikasi pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA saat menjadi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *