Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi memperluas cakrawala akademik globalnya dengan menandatangani perjanjian kerja sama strategis bersama Positive Technologies, perusahaan keamanan siber kelas dunia di Rusia. Langkah bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam misi UPI mencetak talenta digital terbaik yang siap bersaing di panggung internasional.
“Uni menyambut
baik kerja sama ini sebagai peluang untuk memperluas kolaborasi akademik di
tingkat internasional, khususnya dalam bidang cybersecurity dan pengembangan
talenta digital. Ke depan, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, riset
bersama, dan double degree dapat dibicarakan lebih lanjut.” Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si. Wakil Rektor
Universitas Pendidikan Indonesia.
Forum
Internasional Bergengsi Jadi Panggung Penandatanganan
Penandatanganan dilaksanakan dalam Forum Ekonomi
Internasional bergengsi “Russia–Islamic World: KazanForum” di Rusia, sebuah
platform diplomasi ekonomi dan budaya antara Rusia dan negara-negara Muslim
dunia yang dihadiri pemimpin industri dan akademisi dari puluhan negara. Dalam
momentum bersejarah ini, Positive Technologies sekaligus menandatangani
perjanjian serupa dengan Universitas Brawijaya, Politeknik Manufaktur Bandung,
Institut Teknologi dan Sains Mandala, Universitas Darul Ma’arif, Universitas
Padjadjaran, serta Universitas Gadjah Mada.
Delegasi universitas juga mendapat kesempatan eksklusif
mengunjungi tiga institusi riset dan teknologi terkemuka di Rusia, RUDN
University, Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT), dan Innopolis
University, membuka ruang diskusi riset dan model pembelajaran berbasis
teknologi mutakhir.
Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial. Kerja sama membuka
akses nyata ke berbagai program unggulan:
1. Pelatihan
intensif bagi dosen: peningkatan kapasitas pengajar dengan kurikulum
keamanan siber terkini dari praktisi industri global.
2. Laboratorium
praktik cybersecurity: penguatan
infrastruktur lab agar mahasiswa mendapat pengalaman hands-on sesuai standar
industri.
3. Pengembangan
materi pembelajaran: konten kurikulum yang relevan dengan lanskap
ancaman siber masa kini.
4. Platform
EdTechLab: akses pembelajaran mandiri berbasis teknologi
bagi seluruh mahasiswa UPI.
5. Prospek
pertukaran mahasiswa & dosen: membuka jalur
mobilitas akademik internasional antara Indonesia dan Rusia.
6. Peluang program
double degree: gelar berganda yang memperkuat daya saing lulusan
di pasar kerja global.
Mengapa Ini
Krusial bagi Indonesia?
Indonesia tengah menghadapi lonjakan ancaman siber seiring
akselerasi transformasi digital nasional. Kebutuhan tenaga profesional
cybersecurity tumbuh jauh lebih cepat dari pasokan talenta yang ada. Kerja sama
UPI dan Positive Technologies hadir tepat waktu: membekali mahasiswa tidak
hanya dengan teori, tetapi juga kompetensi praktis yang langsung dapat
diterapkan di industri.
Elena Grishaeva, Direktur Regional Asia Tenggara Positive
Technologies, menegaskan bahwa tenaga kerja terampil adalah fondasi ketahanan
siber suatu bangsa. “Kemitraan dengan
universitas di Indonesia merupakan bagian dari misi kami berbagi keahlian dan
memperluas akses pembelajaran praktis demi memperkuat komunitas cybersecurity
di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
Press Release ini juga tayang di VRITIMES
