Bandar Lampung – Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung kembali menunjukkan inovasi unggul di bidang teknologi terapan melalui pengembangan AgroBot Feed, sebuah robot pemberi pakan ternak sapi otomatis yang dirancang untuk membantu peternak meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan konsistensi dalam pengelolaan pakan ternak.
Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa lintas disiplin ilmu yang tergabung dalam Center of Excellence Smart Agriculture, Center of Excellence Robotics, dan Center of Excellence Artificial Intelligence Universitas Teknokrat Indonesia. Sinergi antarpusat unggulan tersebut menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mendorong pengembangan teknologi inovatif yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian dan peternakan modern.
Jawaban atas Tantangan Efisiensi di Sektor Peternakan
AgroBot Feed dirancang sebagai robot otomatis yang mampu mendistribusikan pakan ternak sesuai jadwal dan takaran yang telah diprogram secara presisi. Dengan sistem ini, proses pemberian pakan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tenaga manual, sehingga membantu peternak menghemat waktu, mengurangi beban kerja, serta memastikan pemberian pakan yang konsisten dan terukur.
Robot ini dilengkapi dengan sistem kendali cerdas yang memungkinkan pengaturan waktu dan jumlah pakan secara akurat. Melalui teknologi otomatisasi tersebut, AgroBot Feed diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional peternakan, menekan biaya tenaga kerja, serta menjaga kualitas dan keberlanjutan usaha peternakan.
Tim pengembang menjelaskan bahwa keterbatasan tenaga kerja dan pengelolaan waktu menjadi salah satu tantangan utama yang sering dihadapi peternak sapi, terutama pada peternakan skala menengah dan besar. Kehadiran AgroBot Feed menjadi solusi teknologi yang mampu menjawab tantangan tersebut secara efektif dan berkelanjutan.
Integrasi Robotika, Smart Agriculture, dan Artificial Intelligence
Keunggulan AgroBot Feed terletak pada integrasi tiga bidang teknologi utama, yaitu robotika, smart agriculture, dan kecerdasan buatan. Dari sisi robotika, sistem mekanik robot dirancang untuk mendistribusikan pakan secara stabil dan efisien. Sementara itu, pendekatan smart agriculture memungkinkan robot beroperasi sesuai dengan kebutuhan manajemen peternakan modern.
Di sisi lain, teknologi kecerdasan buatan membuka peluang pengembangan sistem yang lebih adaptif di masa depan, termasuk kemampuan untuk menyesuaikan pola pemberian pakan berdasarkan kondisi ternak, data lingkungan, serta analisis kebutuhan nutrisi secara otomatis.
Dosen pembimbing, Dedi Darwis, menjelaskan bahwa inovasi ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan menjadi sistem yang lebih cerdas.
“Pengembangan AgroBot Feed tidak hanya berfokus pada fungsi mekanis, tetapi juga diarahkan untuk menjadi sistem cerdas yang mampu menyesuaikan pemberian pakan berdasarkan data kondisi ternak dan lingkungan,” ujarnya.
Senada dengan itu, dosen pembimbing Ridwan Mahenra menegaskan bahwa proyek ini memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif bagi mahasiswa.
“Mahasiswa belajar mengintegrasikan perangkat keras, perangkat lunak, serta kecerdasan buatan dalam satu sistem yang nyata dan aplikatif. Ini merupakan pengalaman penting dalam membangun kompetensi teknologi masa depan,” jelasnya. (uti)






