Video Nasabah Menangis Diduga Barang di Safety Box Raib Viral, CBA Desak OJK Periksa Bank MNC

JAKARTA – Video yang memperlihatkan seorang nasabah menangis saat memeriksa isi safety box miliknya viral di media sosial. Dalam narasi video yang beredar, sejumlah barang milik nasabah tersebut diduga telah hilang atau raib.

‎Video tersebut disebut beredar luas di Instagram dan menarik perhatian publik. Peristiwa dalam video itu juga dikaitkan dengan layanan safety deposit box di Bank MNC.

‎Menanggapi viralnya video tersebut, Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan secara objektif dan profesional.

‎Menurut Uchok, rekaman video yang telah beredar di ruang publik dapat menjadi informasi awal bagi OJK untuk menelusuri duduk perkara yang sebenarnya.

‎“Seperti dilihat dalam video yang beredar dan viral di Instagram, Minggu (30/8/2026), cukup buat penyidik OJK sebagai panduan untuk membuka penyelidikan dan pemanggilan kepada jajaran direksi dan komisaris Bank MNC,” tutur Uchok Sky, Senin (31/8/2026).

‎Ia menilai, OJK perlu segera melakukan klarifikasi terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk pihak manajemen bank dan nasabah yang terlihat dalam video.

‎Menurut CBA, video yang beredar telah memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat mengenai keamanan barang berharga yang disimpan nasabah dalam safety box.

‎“Video yang beredar sudah cukup berbicara kepada publik dan OJK agar segera kasus ini ditangani secara objektif dan profesional agar bisa terungkap siapa dalang di balik dugaan hilangnya barang-barang di safety box,” tegas Uchok.

‎Uchok juga meminta OJK tidak hanya berhenti pada pemeriksaan terhadap manajemen bank. Menurut dia, nasabah yang terlihat mengenakan kemeja hitam dan menangis sambil membuka satu per satu amplop yang tersimpan di dalam safety box juga perlu dimintai keterangan.

‎“Dan OJK juga bisa memanggil seorang nasabah berkemeja hitam yang terlihat menangis sambil membuka satu per satu amplop yang tersimpan di dalam safety box yang terekam dalam video tersebut,” katanya.

‎Dalam video yang beredar, tampak seorang nasabah bersama sejumlah orang berada di lokasi yang disebut berkaitan dengan pemeriksaan safety box.

‎Selain nasabah tersebut, terlihat empat orang lainnya. Dua orang diduga merupakan pegawai bank, sementara dua orang lainnya tampak melakukan perekaman.

‎Nasabah bersama seorang yang diduga pegawai bank terlihat memeriksa satu per satu amplop yang tersimpan di dalam safety box. Dalam rekaman tersebut, pegawai yang berada di lokasi juga tampak menunjukkan sejumlah amplop bertuliskan angka-angka ke arah kamera.

‎Suasana kemudian berubah emosional ketika nasabah tersebut menyampaikan bahwa barang-barang yang menurutnya tersimpan di dalam amplop sudah tidak ditemukan.

‎“Saya sedih, Pak. Semua enggak ada lagi. Nih, Pak, kosong, Pak. Bener enggak, Pak? Saya mau bohong bagaimana, Pak?” kata nasabah tersebut sambil menangis dalam video.

‎Viralnya rekaman tersebut memunculkan desakan agar persoalan ini segera mendapat penjelasan secara terbuka dan transparan.

‎CBA menilai OJK memiliki peran penting untuk memastikan fakta sebenarnya di balik peristiwa tersebut, termasuk menelusuri prosedur pengamanan, akses, pencatatan, serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait safety box yang dimaksud.

‎Uchok menekankan, pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat.

‎Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai dugaan hilangnya barang-barang milik nasabah tersebut masih memerlukan pendalaman dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Pernyataan resmi dari Bank MNC dan hasil pemeriksaan OJK diperlukan untuk memastikan fakta serta kronologi sebenarnya.

‎Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut kepercayaan nasabah terhadap sistem keamanan penyimpanan barang berharga di lembaga perbankan. Publik kini menanti langkah OJK dan penjelasan resmi dari pihak Bank MNC terkait video viral tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *