JAKARTA – Empat bulan lalu sebuah surat penundaan untuk diperiksa melayang ke Bareskrim Mabes Polri. Alhasil Ketua Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tenggara (Kadin Sultra), Anton Timbang batal diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tambang nikel ilegal.
Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen M Irhamni di Bareskrim Polri mengatakan surat penundaan pemeriksaan itu dikirimkan penasihat hukum tersangka dengan alasan sakit.
”Sesuai jadwal hari ini pemeriksaan Anton Timbang sesuai panggilan sebagai tersangka. Akan tetapi, PH (penasihat hukum) nya mengirimkan surat keterangan bahwa yang bersangkutan melakukan penundaan kembali karena alasan sakit,” kata Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen M Irhamni di Bareskrim Polri, 21 April 2026.
Kini beredar foto yang dipublikasikan secara resmi oleh akun sosial media Sekretaris Kabinet (Seskab) tersangka tambang nikel ilegal, Anton Timbang sedang berfoto bersama dengan Presiden Prabowo Subianto.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli menyoroti beredarnya foto Anton Timbang bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Menurutnya, kemunculan Anton Timbang dalam kegiatan resmi di Istana memunculkan pertanyaan mengenai proses penyaringan tamu yang memasuki kawasan istana dengan pengamanan ketat.
”Foto yang beredar bukan bocoran, bukan candid curian. Foto itu diposting resmi oleh akun resmi Sekretariat Kabinet,” ujar Guntur melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Selasa (4/8/2026).
Ia juga mempertanyakan pihak yang mengizinkan Anton Timbang masuk ke kompleks Istana.
”Kok bisa ya, tersangka berfoto dengan Presiden? Siapa yang meloloskan dia?” kata Guntur.
Tersangka Tambang Nikel Ilegal Anton Timbang Ikut Berfoto dengan Presiden Prabowo







