Inikah Penyebab Emosional Presiden Prabowo terhadap PSI?

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengaku agak sedikit emosinal mendengar kata-kata PSI. Hal ini disebabkan adanya cerita yang menyangkut ayahandanya, Soemitro Djojohadikoesumo.

“Karena ayah saya itu merupakan bagian dari PSI saat itu yang tak lain Partai Sosialis Indonesia. Kini PSI itu berganti nama menjadi Partai Solidaritas Indonesia,” kata Prabowo Soebianto.

Namun di sisi lain, PSI yang awalnya memiliki ketua umum Grace Natalie diketahui pernah memberikan penghargaan kebohongan terlebay kepada Prabowo pada 4 Januari 2019. Saat itu Prabowo merupakan calon presiden nomor urut 02 yang akan menghadapi calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi.

Ketua DPP PSI ketika itu, Tsamara Amany, mengatakan penghargaan kebohongan awal tahun yang dibuat untuk Prabowo didasarkan ketika Prabowo menyinggung tentang selang cuci darah di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) digunakan untuk 40 pasien.

Prabowo membahas masalah keuangan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam Ceramah Kebangsaan Akhir Tahun Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, pada Minggu, 30 Desember 2018.

Saat itu Prabowo menyebutkan adanya penggunaan satu selang cuci darah untuk banyak pasien sehingga membuat kualitas layanan rumah sakit jadi terabaikan.

“Saya dapat laporan di RSCM ada alat pencuci ginjal, harusnya itu punya saluran-saluran dari plastik, dari karet, dari alat-alat dipakai satu orang satu kali. Saya dengar di RSCM hari ini dipakai 40 orang,” katanya.

Namun pihak RSCM membantah pernyataan Prabowo. Menurut mereka, RSCM selalu mengutamakan mutu layanan. “Pelayanan hemodialisis (cuci darah) di RSCM menggunakan selang dan dialiser satu kali pakai (single use),” ujar Dirut RSCM, Lies Dina Liastuti.