Kota Metro – Pesantren Bank Sampah Kenalkan produk-produk UMKM dari bahan-bahan sampah berupa Tas, Sangkek Wadah tisu, Pulpen, Kursi Meja Ekobrik, Keset kain, bantal hias, bunga plastik, Angsa Plastik, Meja Ban bekas, Taplak Meja, Paving Blok Plastik, Maggot dan Pupuk Kompos, di Pesantren Bank Sampah Jl Perkutut RW 09 Kelurahan Banjarsari Metro Utara, Rabu (15/07/2026).

Slamet Riadi selaku Owner Pesantren Bank Sampah, menjelaskan bahwa pengenalan produk pesantren bank sampah merupakan bagian dari komitmen untuk menjawab tantangan pemberdayaan dalam pengolahan pemanfaatan limbah sampah dan meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia (SDM) Penggerak Pesantren Bank sampah serta tata kelola organisasi, baik dari sisi administrasi maupun peningkatan produktivitas dan kualitas produk layak jual.
“Hari ini kami meluncurkan produk baru hasil pengolahan Pesantren Bank Sampah sebagai wujud konsistensi gerakan pemberdayaan bahwa sudah saatnya pengelolaan produk Bank Sampah ditata lebih baik, baik secara administrasi maupun produktivitas dan kualitas,” jelasnya.
Masih menurut Slamet, pengenalan produk ini diharapkan mampu memberikan keyakinan kepada masyarakat, bahwa sampah memiliki nilai ekonomi yang nyata apabila dikelola dengan baik melalui pemberdayaan dan kolaborasi bagi semua pihak.
“Hampir seluruh jenis sampah, kecuali limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai jual. Sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sampah dikarang rejo” ungkap Slamet.
Diakhir pertemuan Slamet juga mengungkap, bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi inspirasi dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan anggota penggerak dan masyarakat umum.
Sementara itu menurut Siti Fadila selaku ketua divisi UMKM Pesantren Bank Sampah mengatakan, “kami bersama teman-teman penggerak fokus membuat kerajinan dari bahan sampah, berupa tutup botol Aqua dan segala macam merek minuman. Semua kita proses terlebih dahulu melalui pembersihan dicuci kemudian dijemur lalu didaur ulang menjadi kerajinan berbahan sampah yang kreativ, cantik, menarik dan memiliki nilai jual.”
Masih menurut Fadil Dalam satu hari kami bisa menghasilkan tiga sampai empat tas, wadah tisu dan lain lain, produk-produk UMKM sampah ini nantinya akan kami jual dan pasarkan diberbagai tempat sambil kami terus melakukan perbaikan dan kualitas produk agar dapat bersaing dipasaran Lokal dan nasional. (*)







