JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VI DPR, Nurdin Halid melontaran pernyataan menohok soal ketidakhadiran Bos Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa itu memenuhi panggilan DPR, berkali-kali.
Politikus senior Partai Golkar ini, menilai raker kali ini akan membahas persoalan penting seputar importasi 105.000 unit mobil pikap buatan Indonesia untuk kendaraan niaga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). “Ini perlu kita pertanyakan, rapat ini sangat penting, super penting, kenapa dirut Agrinas tidak hadir?” tegas Nurdin.
Menanggapi hal ini, Direktur Pengadaan PT Agrinas Pangan Nusantara, Elphis Rudy menyebut bila sang Dirut sedang dalam kondisi tidak enak badan.
Pada bulan Februari 2026, Bos Besar PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, sempat menegaskan bahwa impor kendaraan operasional dari India bersifat mendesak. Hal ini menyusul progres pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang kini telah mencapai puluhan ribu unit dan segera membutuhkan dukungan logistik.
Joao memaparkan bahwa saat ini tercatat ada 30.712 Kopdes yang tengah dibangun, dengan 1.357 bangunan di antaranya telah berdiri fisik.
”Semendesak apa? Karena sampai hari ini kita sudah membangun 30.712 kopdes. Dan yang sudah jadi sampai hari ini adalah 1.357 bangunan sudah berdiri dan kita akan segera me-running-nya. Sehingga itu mendesak untuk kita segera suplai,” ujar Joao dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Langkah pengadaan ini diakui Joao selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memotong rantai distribusi pangan yang selama ini terlalu panjang dan merugikan petani. Dengan dukungan armada logistik yang memadai, diharapkan tercipta harga yang adil (fair price) bagi produsen maupun konsumen
Ini Alasan Bos Besar Agrinas Joao Angelo De Sousa Disorot Aliansi Mahasiswa?






