Bandar Lampung – Auditorium Universitas Teknokrat Indonesia dipenuhi antusiasme para kepala sekolah dalam sebuah talkshow bertajuk “Optimalisasi Kecerdasan Artifisial (AI) dalam Ekosistem Pembelajaran Digital” yang digelar dalam rangka Musyawarah Cabang Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKS) SMK Kota Bandar Lampung, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Dosen Universitas Teknokrat Indonesia sekaligus pakar Artificial Intelligence, Ridwan Mahenra, S.Kom., M.Cs.AI, yang memaparkan pentingnya pemanfaatan AI dalam mendukung proses pembelajaran di era digital. Ia menegaskan bahwa kehadiran AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat bantu yang mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas pembelajaran.
Dalam paparannya, Ridwan menyoroti tantangan utama yang dihadapi para pendidik, yaitu keterbatasan waktu akibat beban administrasi yang tinggi. Kondisi ini kerap mengurangi fokus guru dalam proses pembelajaran di kelas.
“AI adalah solusi kolaboratif. Ia bekerja seperti asisten pribadi yang mampu membaca, merangkum, hingga menulis dalam hitungan detik,” ujar Ridwan di hadapan para peserta.
Ia juga menekankan adanya kesenjangan antara perkembangan teknologi dengan metode pembelajaran konvensional, di mana siswa saat ini semakin akrab dengan teknologi digital.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan Google NotebookLM, sebuah teknologi yang memungkinkan materi pembelajaran seperti buku paket diubah menjadi format audio berbasis podcast secara instan. Inovasi ini dinilai mampu mendukung gaya belajar auditori serta membuat proses belajar menjadi lebih menarik.
Selain itu, Ridwan juga mendemonstrasikan bagaimana AI dapat membantu guru dalam menyusun materi presentasi secara otomatis, mulai dari merangkum bahan ajar hingga menyusun kerangka slide. Hal ini memberikan efisiensi waktu yang signifikan bagi guru dalam mempersiapkan pembelajaran.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai potensi kelemahan AI, seperti fenomena “halusinasi” atau informasi yang tidak akurat. Sebagai solusi, diperkenalkan sistem AI yang hanya mengambil referensi dari sumber yang telah ditentukan, seperti buku paket atau dokumen resmi yang diunggah oleh guru.
“AI dapat diatur agar hanya menjawab berdasarkan sumber yang valid dan bahkan mencantumkan halaman referensi, sehingga keakuratan materi tetap terjaga,” jelas Ridwan.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai teknik penyusunan prompt yang tepat, sehingga hasil yang dihasilkan AI dapat lebih spesifik dan aplikatif, mulai dari penyusunan RPP hingga pembuatan instrumen penilaian. (Uti)







