Lampung Selatan – Sebanyak 20 peserta Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 Bidang Kecerdasan Artifisial (KA) Universitas Teknokrat Indonesia melakukan kunjungan industri ke kantor operasional PT Bukit Asam Tbk, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program BTI 2026 untuk mempertemukan peserta secara langsung dengan dunia usaha dan dunia industri sebagai pelengkap pembelajaran di dalam kelas.
Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai penerapan teknologi, data, dan kecerdasan artifisial (AI) dalam mendukung operasional perusahaan energi nasional. PT Bukit Asam yang merupakan anggota holding industri pertambangan MIND ID telah mengembangkan sistem pengelolaan operasional berbasis teknologi guna meningkatkan efisiensi produksi dan keberlanjutan operasional.
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para peserta yang sebelumnya mengikuti pelatihan intensif AI, Python, dan machine learning di Universitas Teknokrat Indonesia untuk melihat secara langsung implementasi teknologi di lingkungan industri.
Narasumber BTI 2026 Bidang Kecerdasan Artifisial, Ridwan Mahenra, S.Kom., M.C.S.(AI), mengatakan pengalaman tersebut memberikan perspektif baru yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
“Salah satu yang paling penting dalam pendidikan AI adalah membuat peserta sadar bahwa apa yang mereka pelajari bukan sekadar teori akademis. Ketika mereka melihat langsung bagaimana perusahaan sebesar PT Bukit Asam mengelola operasionalnya dengan dukungan teknologi dan data, ada sesuatu yang berubah dalam cara mereka memandang masa depan. Mereka mulai melihat diri mereka sebagai bagian dari masa depan itu,” ujar Ridwan.
Koordinator BTI 2026 Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Ryan Randy Suryono, S.Kom., M.Kom., menegaskan kunjungan industri menjadi salah satu komponen penting dalam desain program BTI agar peserta memahami kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin peserta BTI tidak hanya paham cara menulis kode, tapi juga paham ekosistem industri yang akan mereka masuki kelak. Kunjungan ke PT Bukit Asam membuka wawasan mereka tentang betapa luasnya peluang karir dan kontribusi yang bisa diberikan oleh seorang talenta AI di sektor energi dan industri nasional,” ungkap Ryan.
Sebagian besar peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera mengaku baru pertama kali mengunjungi perusahaan pertambangan dan energi berskala nasional.
Pengalaman tersebut memperluas pemahaman mereka bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial tidak hanya berkembang di perusahaan teknologi, tetapi juga telah diterapkan pada sektor energi dan industri yang menjadi salah satu penopang perekonomian nasional.
Kunjungan ke PT Bukit Asam menjadi bagian dari rangkaian kegiatan BTI 2026 Bidang Kecerdasan Artifisial di Universitas Teknokrat Indonesia yang berlangsung pada 8–14 Juli 2026. Selain kunjungan industri, peserta juga mengikuti pelatihan intensif 10 modul kecerdasan artifisial, Expo KA, serta program pembinaan karakter. Universitas Teknokrat Indonesia tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi mitra Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di lingkungan LLDIKTI Wilayah II dalam penyelenggaraan program tersebut. (rls)







