Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), kampus terbaik di Lampung, kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro angkatan 2022, Bagus Roudhotul Firdaus (NPM 22315029), yang berhasil merancang dan membangun sistem Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) menggunakan turbin Archimedes 3 sudu sebagai sumber penerangan bagi UMKM warung di kawasan Pantai Gunung Kunyit.
Inovasi tersebut menjadi salah satu implementasi nyata karya mahasiswa dalam pengembangan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat pesisir, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.
Pengembangan teknologi PLTB ini dilakukan sebagai bagian dari penelitian mahasiswa di bawah bimbingan Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia, Elka Pranita, S.Pd., M.T., serta diuji oleh dosen penguji Anwar Sadar Faidar, M.T.
Melalui proses penelitian, perancangan, hingga pengujian lapangan yang dilakukan secara bertahap, sistem PLTB berbasis turbin Archimedes tiga sudu tersebut berhasil diimplementasikan dengan baik sesuai desain yang telah direncanakan dan mampu digunakan untuk menyuplai penerangan lampu warung dengan kapasitas hingga 40 watt.
Bagus Roudhotul Firdaus menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kepedulian terhadap kebutuhan energi masyarakat pesisir yang membutuhkan solusi listrik alternatif yang hemat biaya dan berkelanjutan.
“Kami ingin menghadirkan teknologi sederhana namun aplikatif yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM di wilayah pesisir. Energi angin memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan selama penelitian, turbin Archimedes tiga sudu mampu mulai beroperasi pada kecepatan angin 1,6 meter per detik dengan menghasilkan putaran sebesar 56 RPM, tegangan 9,22 Volt, arus 0,01 Ampere, dan daya sebesar 0,09 Watt.
Sementara performa optimal sistem tercatat pada hari ketiga pengujian tepat pukul 13.00 WIB, saat kecepatan angin mencapai 6,6 meter per detik. Pada kondisi tersebut, generator mampu menghasilkan putaran sebesar 277,7 RPM dengan tegangan 13,93 Volt, arus 0,14 Ampere, dan daya sebesar 1,95 Watt.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan angin berbanding lurus dengan peningkatan energi listrik yang dihasilkan oleh sistem pembangkit tenaga bayu.
Penyerahan alat dilakukan secara langsung kepada pemilik UMKM Warung Pantai Gunung Kunyit, Eko Wibowo bersama istrinya, Indah. Dalam kesempatan tersebut, keduanya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kontribusi nyata mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang telah menghadirkan teknologi energi alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan serta inovasi yang diberikan mahasiswa Teknokrat. Semoga alat ini dapat membantu operasional warung kami sekaligus menjadi inspirasi pemanfaatan energi alternatif di lingkungan sekitar,” ujar Eko Wibowo.
Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia, Elka Pranita, S.Pd., M.T., mengatakan bahwa inovasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembelajaran berbasis riset dan praktik lapangan yang diterapkan di lingkungan kampus.
“Kami terus mendorong mahasiswa untuk menciptakan inovasi teknologi yang aplikatif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. PLTB Archimedes ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa Teknik Elektro dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia,” jelasnya.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., turut memberikan apresiasi atas capaian mahasiswa Teknik Elektro tersebut. Menurutnya, inovasi berbasis energi terbarukan menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan global terkait ketahanan energi dan lingkungan.
“Kami bangga mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu menghadirkan karya inovatif yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kampus akan terus mendukung pengembangan riset dan teknologi yang berorientasi pada solusi masa depan,” ujar Nasrullah Yusuf.
Senada dengan hal itu, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menegaskan bahwa kampus akan terus memperkuat budaya inovasi dan penelitian mahasiswa agar mampu menghasilkan teknologi tepat guna yang berdampak luas.
“Mahasiswa Teknokrat harus mampu menjadi agen perubahan melalui inovasi dan kreativitas. Kami berharap karya seperti PLTB Archimedes ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan pada lebih banyak sektor masyarakat,” ungkap Mahathir.
Inovasi PLTB Archimedes 3 sudu yang dikembangkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia juga selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, SDGs 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Melalui pengembangan teknologi energi terbarukan yang ramah lingkungan, Universitas Teknokrat Indonesia terus mempertegas komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif menghadirkan solusi inovatif, mendukung pembangunan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan lingkungan. (uti)







