Bandar Lampung – Suasana berbeda tampak di area bengkel praktik mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia, pada Rabu (8/4/2026). Di bawah bangunan semi terbuka yang biasanya dipenuhi material konstruksi seperti pasir dan semen, kali ini terlihat perpaduan unik antara limbah plastik, kertas, dan sisa material bangunan.
Tiga mahasiswa Teknokrat, mahasiswa terbaik di Lampung angkatan 2022, yakni Selvia Catur Wahyuni, Danang Ardi Syahputra, dan Erwin Hidayat, tengah mengembangkan inovasi menarik berupa paving blok ramah lingkungan berbentuk huruf “T”, yang menjadi simbol khas Teknokrat. Di bawah bimbingan Ketua Program Studi Teknik Sipil, Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., mereka berhasil mengolah limbah menjadi produk konstruksi bernilai guna yang diberi nama Tekno Plasting.
Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya volume sampah serta kebutuhan akan material konstruksi yang lebih berkelanjutan. Limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai, justru diolah menjadi produk inovatif yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara luas.
“Melalui Tekno Plasting, kami ingin menunjukkan bahwa sampah masih memiliki nilai guna dan dapat menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi permasalahan lingkungan,” ujar Selvia Catur Wahyuni.
Berbeda dengan paving blok konvensional yang hanya mengandalkan bahan standar, Tekno Plasting memanfaatkan limbah plastik, kertas, serta sisa material konstruksi sebagai bahan tambahan utama.
Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan produk yang unik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi limbah.
Erwin Hidayat menambahkan bahwa inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah yang semakin kompleks.
Pengembangan Tekno Plasting merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perancangan, pengujian, hingga penyempurnaan produk.
Proses ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif, mulai dari konsep hingga implementasi nyata di lapangan.
Dr. Ir. Lilik Ariyanto menjelaskan bahwa program studi memiliki peran penting dalam memastikan kualitas inovasi yang dihasilkan.
“Kami memberikan dasar keilmuan terkait material konstruksi, metode pengujian mutu, serta memastikan bahwa produk Tekno Plasting memenuhi standar teknis dan layak digunakan di bidang konstruksi,” jelasnya.
Pengujian dilakukan secara sistematis di laboratorium, termasuk uji kuat tekan untuk memastikan daya tahan dan kualitas paving blok yang dihasilkan.
Lebih dari sekadar proyek akademik, Tekno Plasting memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi. Pihak fakultas bahkan berencana mendorong inovasi ini agar dapat dipatenkan dan dikembangkan melalui pusat unggulan (center of excellence) universitas.
Dekan FTIK Universitas Teknokrat Indonesia, Dr.Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP., menyampaikan harapannya agar inovasi ini dapat berkembang lebih jauh.
“Kami berharap Tekno Plasting tidak hanya berhenti di ranah akademik, tetapi dapat menjadi produk unggulan yang berdampak pada pengelolaan lingkungan, memiliki nilai ekonomi, serta mampu menjalin kolaborasi dengan industri dan pemerintah,” ujarnya. (Uti)







