Pertanyakan Kehadiran Negara, Bupati Aceh Utara: Presiden Tidak Pernah Hadir di Aceh Utara

JAKARTA – Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismail A Jalil, yang akrab disapa Ayahwa mempertanyakan kehadiran negara dalam penanganan bencana banjir dan longsor di wilayahnya. Ayahwa menyebut Presiden Prabowo Subianto tidak pernah mengunjungi Aceh Utara, padahal kerusakan akibat banjir juga sangat parah.

Hal itu disampaikan Ismail dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera yang digelar pimpinan DPR RI di Aceh hari ini, Selasa, 30 Desember.

Ayahwa mulanya melaporkan wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh Utara, meliputi 27 kecamatan yang terdiri dari 696 desa atau sekitar 81 persen. Kemudian jumlah korban bencana banjir yang terdampak di Aceh Utara sebanyak 124.000 KK atau 433.000 jiwa.

“Jumlah korban banjir, pengungsi 19.000 KK, 67.876 jiwa. Kemudian korban bencana banjir meninggal 213 orang, hilang 6, luka-luka 2.127. Kemudian ibu hamil 1.433, balita 9.525 orang, kemudian lansia 6.895 orang, disabilitas 513 orang,” ujar Ayahwa dalam rapat yang disiarkan kanal resmi DPR RI, Selasa, 30 Desember.

Ayahwa mengungkapkan, dampak kerusakan di Aceh Utara terdiri dari 72.364 rumah terendam, 3.506 rumah hilang, 6.236 rumah rusak berat, 16.325 rumah rusak sedang, 20.280 rumah rusak ringan, dan 14.509 hektar sawah terendam, serta 10.674 hektar tambak hilang.

“Kemudian kebutuhan di pengungsi. Yang pertama sekali listrik belum normal dan Telkom. Kemudian yang kedua kebutuhan kompor gas atau gas LPG gas 5 kilo, yang ketiga logistik dan obat-obatan. Keempat, tenda, yang selama ini masyarakat masih di tenda biasa. Kemudian yang kelima boat untuk mengantar logistik di kawasan terisolir di Serah Raja dan di Dusun Selemah. Kemudian yang keenam air bersih, yang ketujuh alat berat,” paparnya.

Ayahwa lantas mempertanyakan kehadiran negara, khususnya Presiden RI yang hingga hari ini belum meninjau dampak bencana di Aceh Utara. Padahal menurutnya, kerusakan yang terjadi di Aceh Utara juga sangat masif seperti Aceh Tamiang dan Pidie Jaya.

“Kemudian perlu saya sampaikan sedikit, izin Bapak Menteri dan kepada seluruh yang telah berhadir. Mungkin tadi sudah disampaikan, maaf, Bupati Tamiang dan Bupati Pidie Jaya. Mungkin di Aceh Utara selama ini, Pak Presiden selalu ke Tamiang dan ke Takengon, Aceh Tengah, dan juga hadir di Pidie Jaya, termasuk Pak Wakil Presiden,” kata Ayahwa.

“Tapi di Aceh Utara kayaknya, kayak mana saya rasa, apa enggak tahu ada banjir? Karena gini masalah, di Aceh Utara 27 kecamatan yang terdampak 25 kecamatan. Kami sinyal tidak ada, Telkom mati, makanya tidak viral. Mungkin viralnya di Bireuen karena putus jembatan. Mungkin viralnya di Tamiang karena kota,” lanjutnya.

Mendengar keluh kesah Bupati Aceh Utara, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang juga Ketua Harian DPP Gerindra menuturkan bahwa Presiden Prabowo sudah diundang untuk hadir melihat kondisi Aceh Utara.

“Lagi kita undang,” kata Dasco.