Sinting, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasojo Jual Data ke China?

JAKARTA – Direktur utama PLN Darmawan Prasojo disebut-sebut jual data ke China. Loyalis dari Jokowi ini memiliki cara terselubung untuk menjual data pengguna PLN seluruh masyarakat dengan menggunakan perusahaan asal China.

‎Perusahaan asal China itu ditugaskan mencatat semua penggunaan yang ada di meteran KWH/Listrik. Pencatatan itu mulai dari rumah pribadi, perkantoran hingga instansi pemerintah.

‎Ini alasan utama sudah tidak ada lagi petugas yang datang setiap bulannya ke rumah, baik yang itu abondemen dan pasca bayar. Darmawan menunjuk perusahaan asal China itu sesuai petunjuk dari Jokowi.

‎Tujuannya memang bagus untuk mengontrol atau menghitung penggunaan listrik dengan mudah, namun semua data yang disetorkan ke petugas yang bekerja di perusahaan China itu tentu saja mengetahui id pelanggan dan nomor KTP pelanggan.

‎”Artinya semua data kependudukan di Indonesia sudah diketahui oleh perusahaan asing. Ironisnya, perusahaan asing itu sudah mengetahui berapa pemakaian listrik yang digunakan setiap instansi penegak hukum dan militer,” dikutip Senator dari akun media sosial @Boediantara4.

‎”Yang paling penting, Negara China bisa saja mengetahui berapa penggunaan listrik dan kekuatan militer dari Indonesian,”sebut akun tersebut.

‎Dua tahun lalu, Direktur PLN Darmawan Prasojo menandatangani 7 kerjasama dengan 4 perusahaan besar asal China yakni The Export-Import Bank of China, Sinosure, Bank of China, Industrial and Commercial Bank of China, State Development & Investment Corp. Ltd, Huawei Tech Investment, dan China Energy International Group dengan total nilai valuasi kerja sama (termasuk pendanaan) sebesar lebih dari 54 miliar USD.

‎”Nantinya, kerja sama antara PLN dan SGCC juga mencakup studi bersama dalam pemanfaatan energi terbarukan, penyimpanan tenaga listrik, integrasi jaringan listrik hingga manajemen jaringan cerdas untuk meningkatkan sistem tenaga listrik yang andal, berkualitas dan ekonomis.” jelas Darmawan.

Pihak PLN membantah dan telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), telah memastikan bahwa server data pelanggan PLN aman dan tidak disusupi pihak luar.

‎PT PLN (Persero) bergerak cepat melakukan investigasi dan penanganan data pelanggan yang terekspos di internet guna memastikan sistem data base real-time pelanggan aman serta tidak disusupi oleh pihak luar. “Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta BSSN untuk menemukan sumber data pelanggan yang beredar di internet sekaligus upaya untuk peningkatan pengamanan,” kata Juru Bicara PLN Gregorius Adi Trianto dikutip dari Antara