JAKARTA – Grafik sentimen negatif terhadap PT PLN (Persero) di bawah kepemimpinan sang Dirut Darmawan Prasodjo diprediksi terus mengalami peningkatan, menyusulnya sorotan miring yang terus menerpa perusahaan plat merah tersebut. Dan terakhir beredar video yang diposting akun @depok24jam terkait aksi ‘brutal’seorang pria yang diduga kuat memiliki posisi penting PT PLN.
Dalam rekaman itu, tampak seorang pria berbaju merah mengamuk sambil mengacungkan senjata tajam dan mengejar seorang juru parkir. Diduga kuat pria itu memiliki jabatan penting sebagai xecutive Vice President (EVP) PLN. Rekaman itu tercatat pada Minggu Minggu, 26 Oktober 2025.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi menjelaskan bahwa konflik bermula dari cekcok antara pengemudi mobil Ford dan seorang jukir. Kata-kata kasar berujung pemukulan, lalu parang keluar dari mobil.
”Dua pelaku, CEN dan SPN, ditangkap di Limo, Cinere, Depok. Barang bukti yang disita antara lain dua bilah parang, satu bambu panjang hampir dua meter, serta mobil Ford Everest bernopol B 1444 ZJD,” katanya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasojo saat dihubungi untuk menanyakan kebenaran dari peristiwa tindakan kekerasan yang diduga dilakukan CEN juga tidak menjawab. Dan hal serupa juga dilakukan Direktur Legal & Humas Capital PLN Yusuf Didi Setiarto. Menurut sumber, Darmawan dikabarkan langsung menggelar rapat mendadak bersama jajaran manajemen atas dan General Manager se-Indonesia.
Tujuan rapat tersebut, menurut sumber, adalah menyatukan persepsi dan menyusun strategi penyelamatan citra korporasi. “Arahan jelas, semua harus satu suara: bahwa pria dalam video bukanlah CEN. Semua berita yang beredar disebut hoaks,” ungkap sumber di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.
Bahkan, CEN disebut diminta menyangkal keterlibatannya dalam video tersebut. “Semua manajemen atas diminta tidak mengakui bahwa orang dalam video itu adalah EVP PLN,” tambahnya.
Semua Direksi Bungkam, EVP PLN Diduga Lakukan Tindakan Kekerasan ke Juru Parkir di Cinere







