Migrant Watch Nilai Ketiga Capres Punya Cara Pandang Keliru Soal Pekerja Migran

4,026 views

Jakarta – Direktur Eksekutif Migrant Watch, Aznil Tan menilai semua calon presiden memiliki cara pandang yang keliru tema pekerja migran. Pasalnya bagi Aznil, sejak awal ketiga capres cenderung menjawab pertanyaan soal pekerja imigran selalu dengan kerangka hukum.

“Kalau saya amati, ketiganya sesat mindset. Salah cara memandangnya (Pekerja Migran). Saya sudah duga dari awal ketika mereka di tanya soal pekerja-pekerja migran, jawaban mereka pasti melihat pasal. Ada kekerasan, ada gaji tidak layak, ada tindak pidana perdagangan orang. Itu akan jadi isu yang digoreng-goreng terus,” kata dia dalam acara ‘Ngobrol Bareng Debat Capres Bersama Trust Indonesia dan Institut STIAMI yang diselenggarakan Minggu (4/2) malam.

Aznil pun menegaskan isu-isu lawas pekerja imigran seperti gaji tidak layak dan tindak pidana perdagangan orang, merupakan isu yang sesat. Aznil pun beranggapan ketiga calon pemimpin Indonesia itu tidak mengerti soal ketenagakerjaan.

“Sebenarnya, isu-isu itu sesat. Saya sudah duga mereka itu tidak mengerti dalam dunia pekerja migran,” ujar dia.

Karena itu, menurut Aznil, gagasan yang disampaikan oleh ketiga capres terkait pekerja migran, terlalu normatif. Ketiganya tidak banyak memberikan terobosan baru bagi perbaikan dunia pekerja migran Indonesia.

“Keluar dari permasalahan, banyak jaringan-jargon, banyak retorika. Belum ketemu gagasan dari ketiga capres ini,” ucap Aznil.

Sementara itu, meski seluruh pasangan Capres-Cawapres dinilai belum sempurna, Direktur Institut STIAMI, Dedy Kusna Utama justru meminta masyarakat Indonesia untuk menghadapi situasi pemilu ini dengan santai. Dirinya pun berharap masyarakat tidak saling bermusuhan satu sama lain.

“Ketika perbedaan dihadapkan, perbedaan itu dipersiapkan dengan enjoy dengan santai. Hasilnya perbedaan itu cukup pada saat nanti selesai Pemilu, setelah itu kita bersatu kembali. Anggaplah ini sebuah permainan ketika pertandingan itu selesai, semua mengakui secara sportif,” ungkapnya.