Soal Bagi-Bagi di Kantor Kecamatan Padang Cermin, Kadis Kelautan dan Perikanan Pesawaran Mengaku Hanya Diundang!

1,278 views

PESAWARAN- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pesawaran, Zainal Arifin mengaku bahwa dirinya hanya sebagai pihak yang diundang dalam acara kegiatan pemberian bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada Kelompok Nelayan Kecamatan Padang Cermin beberapa waktu lalu.

Ia mengaku  tidak tahu menahu kalau acara pelatihan yang digelar kementeriannya itu, berubah menjadi acara bagi-bagi bantuan. Tidak saja pemberian dari kemenetrian tapi juga bantuan dari partai.

Sebab kata Zainal, yang diketahuinya undangan yang diterima, berisi untuk menghadiri acara kegiatan Pelatihan Sertifikasi Kecakapan Nelayan (PSKN) dari Kementrian Kelautan. Dia tidak tahu kalau kegiatan telah didompleng partai tertentu.

“Saya tidak tahu sama sekali kalau kegiatan acara yang akan dihadirinya itu, mendadak berubah menjadi acara pemberian bantuan dari Kementriannya dan dari partai ke pada masyarakat nelayan tersebut,” ucapnya, Jumat, (24/11/23)

” Tapi, bisa saja kan, acara itu terjadi dengan kebetulan saja, dimana dua acara yang berbeda, berjalan di satu tempat, itu kan bisa- bisa  saja kan terjadi,” ucap Zainal.

Atas hal ini, Ketua Harian Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu, Saprudin Tanjung mengungkapkan keanehannya dengan pernyataan sejumlah pejabat Pesawaran dan petinggi partai PDIP yang diduga terlibat acara yang sarat pelanggaran pemilu tersebut.

Bahkan menurutnya kesan buang badan dan melakukan pembohongan publik, telah di pertontonkan oleh sejumlah pejabat daerah dan petinggi partai, yang  ada dan terlibat langsung di acara tersebut.

“Saya heran, masak ia status kadis diacara kementriannya sendiri itu, hanya sebagai undangan, ini kan acara kementriannya, apa iya jadi sebagai yang di undang, bukan yang mengundang, aneh kan,” ucap Tanjung.

Hal ini, kata Tanjung, sama dengan alasan yang di ungkapkan Camat Padang Cermin Asnawi dan Ketua DPRD Pesawaran dari Fraksi PDIP, Suprapto, saat dikonfirmasi sebelumnya, yang mengatakan dirinya hanya diundang di acara tersebut.

“Ini kan lebih aneh lagi, yang punya bantuan, yang ikut memberikan bantuan berbeda dari kementrian dan orang yang punya tempat, yang bisa disebut sebagai tuan rumah dan penyelenggara , bisa kompak begitu, mengaku sebagai pihak yang diundang, gimana ini,” sebut Tanjung.

Untuk itu, sambungnya, dia berharap kepada Bawaslu Pesawaran, harus segera bertindak tegas dan memanggil pihak- pihak yang dimungkinkan terlibat dalam acara bantuan yang diduga sarat dengan pelanggaran pemilu tersebut.

” Kami minta Bawaslu harus tegas, gak pake lama untuk segera memanggil dan menindak oknum ASN dan petinggi partai, yang diduga dan terbukti terlibat  melakukan pelanggaran pemilu tersebut, ” tegasnya

Diketahui, bantuan dari Kementerian berupa 2 Unit mesin kapal dan sejumlah pelampung, yang diterima langsung oleh masyarakat nelayan itu, ironisnya diduga telah disusupi juga dengan bantuan dari para caleg partai tersebut, dengan bantuan berupa sembako dan uang tunai sebesar Rp 100 ribu per orang.

Parahnya, lokasi tempat dilaksanakan pembagian bantuan, pada Minggu 29 Oktober 2023 lalu, dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Padang Cermin, dimana para penerima bantuan memakai kaos bergambar photo Caleg  dan sejumlah bendera partai, yang terpasang di lingkup kantor camat setempat.

Terlihat hadir dalam Acara tersebut, Ketua Komisi  lV  DPR RI, Sudin, Ketua DPRD Pesawaran, Suprapto, Marzuki Ali,  Anggota Dewan Pesawaran, Arya Wiguna, ,Kepala Dinas Kelautan Zainal, Ketua TP- PKK Pesawaran, Nanda Indira Dendi, Pengurus DPC PDIP dan PAC Padang Cermin,  Camat Padang Cermin Asnawi Mahadaka beserta staf, Para Kades Se- Kecamatan Padang Cermin dan puluhan masyarakat penerima bantuan.(rid)