UGM Perkuat Kolaborasi dengan Positive Technologies melalui Kunjungan ke Moskow dan KazanForum

Dalam Forum Ekonomi Internasional “Rusia–Dunia Islam: KazanForum” tanggal 12-17 May 2026, Positive Technologies, pemimpin industri keamanan siber Rusia, terus memperkuat hubungan pendidikannya dengan Indonesia. Dalam pertemuan dengan Lembaga Kerja Sama Pendidikan Internasional Rusia (Rossotrudnichestvo) di sela-sela Kazan Forum, Positive Technologies menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) dengan enam universitas di Indonesia: Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul Ma’arif (UDM). Dokumen serupa telah ditandatangani sehari sebelumnya di Moskow dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) setahun sebelumnya. Tujuan utama dari kemitraan ini adalah untuk mengembangkan tenaga kerja keamanan siber di negara terbesar di Asia Tenggara.

Program kerja sama ini mencakup
spektrum luas inisiatif akademik: pelatihan intensif bagi dosen pengajar,
pembangunan laboratorium praktik cybersecurity berstandar industri,
pengembangan kurikulum keamanan defensif dan secure software development,
hingga implementasi platform EdTechLab sebagai media pelatihan mandiri yang
dapat diakses langsung oleh sivitas akademika.

Dalam kunjungan ini, para
delegasi dari Indonesia juga melakukan kunjungan akademik langsung ke RUDN
University, Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT), dan Innopolis
University, tiga institusi terdepan Rusia dalam riset teknologi dan inovasi
digital. Langkah ini membuka jendela bagi para akademisi Indonesia untuk
menyerap model kolaborasi internasional terbaik secara langsung sebuah
investasi pada kapasitas riset jangka panjang yang akan berdampak melampaui
batas-batas kampus.

“UGM menyambut baik kerja sama ini, khususnya dalam peluang pertukaran
mahasiswa, pertukaran dosen, pengembangan riset bersama, serta pengembangan
pendidikan double degree. Beberapa peluang tersebut tentu akan dibicarakan
lebih lanjut agar dapat dirumuskan secara lebih konkret dan memberikan manfaat
nyata bagi penguatan kapasitas akademik, riset, dan talenta cybersecurity di
Indonesia.”
— Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., Wakil Rektor
Universitas Gadjah Mada.

UGM: Dari MoU Menuju Implementasi Nyata

Di antara seluruh mitra
universitas, Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menunjukkan rekam jejak
kolaborasi yang paling intensif dan konsisten. Perjalanan kemitraan UGM dengan
Positive Technologies, dimulai sejak 11
Juni 2025
tanggal penandatanganan MoU yang secara resmi meletakkan fondasi
kolaborasi di bidang industrial cybersecurity, sertifikasi praktisi,
pengembangan materi pembelajaran, hingga pusat pelatihan dan riset terapan.

Pada 26 Juli–8 Agustus 2025, mahasiswa UGM berpartisipasi dalam Positive Hack Camp di Moskow sebuah
program intensif yang menempatkan mahasiswa Indonesia bersanding langsung
dengan talenta-talenta terbaik dari seluruh dunia. UGM menjadi salah satu
perwakilan Indonesia dengan kontribusi paling signifikan dalam event bergengsi
tersebut.

Kolaborasi ini dilanjutkan dengan
kunjungan Positive Technologies ke UGM pada 13 Oktober 2025 membawa agenda konkret: membahas pengembangan
kurikulum, program magang internasional, kolaborasi riset digital, dan
blueprint pendirian Cybersecurity Center
of Excellence
sebuah hub yang akan menjembatani akademisi Indonesia dengan
industri keamanan siber global.

Pada 14 November 2025, Alexey Lukatsky, Managing Director & Cybersecurity
Business Consultant Positive Technologies hadir langsung di UGM untuk
menyampaikan kuliah umum tentang meningkatnya ancaman Artificial Intelligence
dalam dunia keamanan digital. Sesi ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi
yang dibangun bukan sekadar seremonial, melainkan berkomitmen pada transfer
pengetahuan mutakhir.

“Pengembangan tenaga kerja dengan keterampilan tinggi adalah fondasi
dari ketahanan siber yang sesungguhnya — baik di tingkat perusahaan, industri,
maupun negara. Kemitraan kami dengan universitas-universitas Indonesia adalah
wujud nyata dari komitmen Positive Technologies untuk berbagi keahlian global
dan memperkuat komunitas profesional keamanan siber di Asia Tenggara.”— Elena
Grishaeva
— Direktur Regional Asia Tenggara, Positive Technologies

Press Release ini juga tayang di VRITIMES