AkuSign Perkuat Ekosistem Tanda Tangan Digital untuk Dukung Keamanan Transaksi Elektronik di Indonesia

AkuSign melalui acara “AkuSign Experience Day” memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem tanda tangan elektronik tersertifikasi yang aman, sah, dan terpercaya. Bersama regulator seperti BSSN dan KOMDIGI serta kolaborasi dengan AITI, AkuSign menyoroti meningkatnya ancaman keamanan siber di era transformasi digital, mulai dari penyalahgunaan identitas hingga manipulasi dokumen berbasis AI.

AkuSign, penyedia layanan tanda tangan elektronik tersertifikasi dan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) berizin di Indonesia, resmi memperkuat komitmennya dalam mendukung keamanan transaksi digital nasional melalui pengembangan ekosistem tanda tangan elektronik yang aman, sah, dan terpercaya.

Komitmen tersebut disampaikan dalam acara “AkuSign Experience Day” yang diselenggarakan pada Rabu, 20 Mei 2026 di Jakarta dan dihadiri oleh regulator, asosiasi industri, pelaku usaha, pelanggan, serta media.

Dalam acara tersebut, AkuSign juga berkolaborasi bersama Asosiasi IT Indonesia (AITI) untuk mendorong peningkatan edukasi dan adopsi tanda tangan elektronik tersertifikasi sebagai bagian penting dari transformasi digital di berbagai sektor industri.

Menjawab Tantangan Keamanan di Era Transformasi Digital

Perkembangan transformasi digital yang semakin pesat di Indonesia menghadirkan berbagai kemudahan dalam proses bisnis dan layanan elektronik. Namun di sisi lain, peningkatan aktivitas digital juga diikuti oleh meningkatnya risiko keamanan siber, termasuk penyalahgunaan identitas digital dan pemalsuan dokumen elektronik.

Masih banyak masyarakat maupun organisasi yang belum memahami bahwa tidak seluruh tanda tangan digital memiliki kekuatan hukum yang sama. Dalam praktiknya, terdapat tanda tangan yang hanya berupa gambar atau hasil scan pada dokumen PDF dan belum memenuhi standar keamanan maupun ketentuan legal sebagai tanda tangan elektronik tersertifikasi.

Dua pembicara utama dari regulator nasional, yaitu:

– Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si., Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah dan Pembangunan Manusia BSSN

– Martha Simbolon, S.T., Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI)

membahas pentingnya penguatan keamanan siber, tata kelola digital, serta implementasi layanan digital terpercaya dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional.

Dalam paparannya, Dr. Sulistyo menyampaikan bahwa keamanan digital kini menjadi pondasi utama dalam pembangunan ekosistem digital, khususnya di tengah meningkatnya penggunaan layanan elektronik di sektor pemerintahan maupun bisnis.

“Penerapan sistem keamanan yang kuat, perlindungan data, serta penggunaan tanda tangan elektronik tersertifikasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan digital,” ujar Dr. Sulistyo.

Sementara itu, Martha Simbolon menjelaskan gambaran aktivitas digital dan pertumbuhan nilai pasar ekonomi digital Indonesia meningkat setiap tahunnya, hal ini mengakibatkan munculnya ancaman terbaru terhadap keamanan siber seperti: Penipuan berbasis AI, Manipulasi digital (pemalsuan dokumen fisik) serta Penipuan terkini lebih canggih dan mudah di akses.

Sehingga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, penyedia teknologi, dan pelaku usaha dalam menciptakan transformasi digital yang aman, berkelanjutan, dan sesuai regulasi.

“Tanda tangan elektronik saat ini bukan lagi sekadar alat pendukung administrasi, tetapi telah menjadi bagian penting dalam ekosistem digital yang mendukung keamanan dan legalitas transaksi elektronik. Penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) diatur dalam UU No. 11 Tahun 2008/UU No. 1 Tahun 2024 (UU ITE), konsekuensi tidak digunakannya TTE tersertifikasi dapat mengakibatkan kontrak elektronik batal dan proses pembuktian yang sulit serta meningkatkan risiko serangan siber“, jelas Martha Simbolon.

Dorong Penggunaan Tanda Tangan Elektronik yang Aman dan Tersertifikasi

Seiring meningkatnya adopsi digitalisasi di Indonesia, ancaman terhadap keamanan transaksi elektronik juga terus berkembang. Berbagai modus penyalahgunaan mulai dari pemalsuan identitas, penyalahgunaan data pribadi, hingga manipulasi dokumen elektronik berbasis teknologi AI seperti deepfake menjadi tantangan baru bagi organisasi dan pelaku bisnis.

Melalui rangkaian kegiatan AkuSign Experience Day, AkuSign hadir sebagai solusi tanda tangan elektronik tersertifikasi yang membantu organisasi dalam:

– Menjamin keabsahan dan legalitas dokumen digital

– Menghadirkan sistem keamanan berstandar tinggi

– Mendukung integrasi dengan sistem bisnis perusahaan

– Memenuhi kebutuhan transaksi digital untuk enterprise maupun institusi pemerintah

AkuSign juga menyediakan berbagai layanan digital yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, di antaranya:

– Sertifikat Pribadi untuk profesional, eksekutif, dan pemangku kepentingan eksternal.

– Sertifikat Perusahaan untuk kebutuhan penandatanganan atas nama perusahaan.

– Sertifikat E-Seal untuk otomatisasi dokumen dalam jumlah besar seperti invoice, laporan, kontrak, dan surat resmi.

– Bulk Signing Solution untuk proses penandatanganan dokumen secara terstruktur dan otomatis sesuai alur organisasi.

Didukung Ekosistem Teknologi ASABA Innotech

Sebagai bagian dari ASABA Innotech, AkuSign didukung oleh ekosistem teknologi yang berfokus pada pengembangan solusi digital, layanan IT, serta kapabilitas cybersecurity.

Dukungan tersebut memperkuat komitmen AkuSign dalam menghadirkan layanan transaksi digital yang aman, terpercaya, dan relevan dengan kebutuhan organisasi modern di era transformasi digital.

Untuk informasi lengkap mengenai AkuSign, kunjungi: akusign.id

Press Release ini juga tayang di VRITIMES