Bandar Lampung — Universitas Teknokrat Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah dengan turut berpartisipasi dalam gelaran Lampung Fest 2025, yang berlangsung pada 11–25 November 2025 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Kegiatan ini merupakan program strategis Pemerintah Provinsi Lampung yang dikemas dalam format baru dan lebih modern.
Pada acara pembukaan, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Ryan Randy Suryono, hadir bersama jajaran dekan untuk menyaksikan langsung peresmian festival oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Pembukaan juga dihadiri Wakil Gubernur Jihan Nurlela dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan. Festival bertema “Coffee and Tourism” hadir dengan konsep baru, akses gratis untuk masyarakat, dan ditargetkan menarik 300 ribu pengunjung. Teknokrat siap berkontribusi menyukseskan event terbesar di Provinsi Lampung tersebut.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap pelaksanaan Lampung Fest tahun ini. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan visi Universitas Teknokrat Indonesia dalam memperkuat peran perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.
“Universitas Teknokrat Indonesia menyambut baik pelaksanaan Lampung Fest 2025. Kami berharap kehadiran Teknokrat dapat memberikan kontribusi nyata untuk menyemarakkan festival sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat Lampung,” ujar Dr. Mahathir.
Mahathir juga menegaskan bahwa event ini menjadi momentum strategis bagi sivitas akademika Teknokrat untuk mendorong kreativitas mahasiswa, memperkuat kolaborasi, dan berperan aktif dalam pengembangan potensi daerah.
Momentum Kebangkitan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Lampung
Lampung Fest 2025 diharapkan menjadi magnet baru pariwisata sekaligus ruang promosi bagi pelaku UMKM, industri kopi lokal, dan berbagai komunitas kreatif.
Dengan konsep yang lebih segar dan inklusif, festival ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana memperkuat identitas budaya, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membangun kebanggaan masyarakat terhadap potensi Lampung.(uti)






