Doa Bersama di DPRD, Gubernur Lampung Ajak Warga Jaga Kondusivitas Jelang Aksi 1 September

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar doa bersama di Gedung DPRD Provinsi Lampung, Minggu (26/8/2025), dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, hingga komunitas pengemudi dan ojek online. Agenda ini digelar untuk memperkuat persatuan serta menjaga situasi daerah tetap aman dan damai di tengah dinamika kebangsaan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan kegiatan doa bersama menjadi wujud harapan agar Indonesia terus bersatu, maju, dan sejahtera. Ia menilai perbedaan pendapat dan aspirasi masyarakat merupakan bagian dari iklim demokrasi yang harus disikapi dengan kedewasaan.

“Lampung sebagai Sai Bumi Ruwa Jurai adalah rumah besar bagi keberagaman, tempat semua suku, agama, dan budaya hidup berdampingan dalam harmoni,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, persatuan hanya dapat terjaga bila dilandasi sikap saling menghormati. “Hari ini kita membuktikan bahwa doa tidak hanya menghubungkan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengikat hati kita satu sama lain. Semoga doa kita menjadi cahaya yang menerangi jalan bangsa ini menuju masa depan yang gemilang,” katanya.

Menanggapi rencana aksi unjuk rasa mahasiswa pada 1 September 2025, Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas daerah. Ia berharap aksi dapat berlangsung damai tanpa tindakan anarkis.

“Tentunya yang kita tidak inginkan adanya anarkisme-anarkisme yang saya yakin tidak dilakukan oleh orang yang mendemo besok, karena demonya ini benar-benar menyuarakan hati masyarakat,” jelasnya.

Rahmat menekankan bahwa peserta aksi adalah bagian dari masyarakat Lampung sendiri. “Yang demo kan adik-adik sendiri, saudara sendiri, anak-anak kita sendiri. Mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi, bukan melakukan hal yang macam-macam,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar berharap, aksi unjuk rasa bisa berjalan dengan lancar tanpa ada tindakan anarkisme.

“Mari kita sama-sama menjaga kondusufitas di Bumi Ruwa Jurai,” ucapnya. (kmf/dit)