Arfiana Maulina, Pejuang SNHL yang Menjadi Suara Air Bersih di Indonesia

69 views

Arfiana Maulina, Founder WateryNation, resmi terpilih sebagai Max Thabiso Edkins Climate Ambassador 2025 dari Global Youth Climate Network (GYCN) Y2Y – The World Bank Group dan diundang sebagai exhibitor mewakili Indonesia di Asia-Pacific Forum on Sustainable Development (APFSD) Youth Forum 2025 di Bangkok. Di balik semua pencapaiannya, Arfiana pernah mengalami Sudden Hearing Loss (SNHL) dan Tinnitus di telinga kirinya, yang membuatnya sempat kehilangan pendengaran hingga 70 dB dan harus menjalani 20 sesi terapi hiperbarik, serta mengonsumsi methylprednisolone dengan berbagai efek sampingnya. Tak hanya kehilangan pendengaran, Arfiana juga kehilangan kesempatan magang impiannya di tengah kondisi tersebut. Namun, di saat terberatnya, Arfiana justru menemukan kembali makna perjuangan yang ia mulai sejak usia 16 tahun lewat WateryNation,sebuah gerakan anak muda yang berfokus pada edukasi air bersih dan keberlanjutan. Setelah berkembang selama bertahun-tahun, pada tahun 2024 WateryNation resmi berbadan hukum menjadi Yayasan Tirta Artha Asri, memperluas dampaknya hingga melibatkan ribuan anak muda dan berbagai kolaborasi lintas komunitas dan lembaga. Melalui edukasi di sekolah, kampanye kesadaran air bersih, hingga promosi lerak sebagai deterjen alami untuk mengurangi pencemaran air, Arfiana membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk menciptakan dampak nyata, baik di tingkat lokal maupun global.

Arfiana Maulina Fatimah mewakili Indonesia dalam APFSD Youth Forum 2025 di Bangkok dengan beasiswa penuh (Sumber: Dok. Pribadi/Arfiana Maulina)

Jakarta, 28 Februari 2025 – Menghadapi tantangan besar di usia muda tidak menghentikan langkah Arfiana Maulina untuk terus berkarya. Di tahun 2025, Arfiana terpilih sebagai Max Thabiso Edkins Climate Ambassador dari Global Youth Climate Network (GYCN) Y2Y – The World Bank Group, sekaligus diundang sebagai exhibitor mewakili Indonesia di ajang Asia-Pacific Forum on Sustainable Development (APFSD) Youth Forum di Bangkok.

Berjuang melawan SNHL dan Tinnitus (Sumber: Dok. Pribadi/Arfiana Maulina)

Dari SNHL, Kehilangan Pekerjaan, hingga Menjadi Pembela Air Bersih

Perjalanan Arfiana penuh tantangan. Di usia muda, ia didiagnosis mengalami Sudden Hearing Loss (SNHL) dan Tinnitus di telinga kirinya. Gangguan pendengaran mendadak ini tidak hanya membuat Arfiana kehilangan sebagian kemampuan mendengarnya, tetapi juga kehilangan pekerjaannya di salah satu program magang impian yang ia dapatkan setelah bersaing dengan lebih dari 4.800 pendaftar.

Selama masa pemulihan, Arfiana harus menjalani 20 sesi terapi hiperbarik serta mengonsumsi methylprednisolone, obat steroid yang membawa berbagai efek samping berat. Mulai dari perubahan berat badan, jerawat parah, hingga kelelahan fisik dan mental yang terus-menerus dirasakannya. Meski begitu, Arfiana memilih bertahan dan perlahan kembali bangkit.

“Setiap hari rasanya seperti melawan tubuh sendiri, tapi di tengah proses itu, aku justru menemukan kembali makna perjuanganku lewat WateryNation,” ungkap Arfiana.

Arfiana Maulina memperkenalkan Lerak di depan 549+ pemuda dari 24+ negara (Sumber: Dok. Pribadi/Arfiana Maulina)

Dari Gerakan Remaja Hingga Menjadi Yayasan Resmi

WateryNation lahir dari keresahan pribadi Arfiana saat ia berusia 16 tahun. Melihat krisis air bersih di lingkungannya, ia mengajak teman-temannya membentuk gerakan anak muda yang fokus pada edukasi air bersih dan gaya hidup berkelanjutan. Meski sempat diremehkan, Arfiana terus melangkah hingga akhirnya, pada tahun 2024, WateryNation resmi berbadan hukum sebagai Yayasan Tirta Artha Asri.

Arfiana Maulina melestarikan budaya suku Dayak sebagai tempat kelahiran Ibu-nya (Sumber: Dok. Pribadi/Arfiana Maulina)

Kini, WateryNation terus berkembang dengan menggelar program edukasi air bersih di sekolah-sekolah, membina relawan muda peduli air, serta menjalankan kampanye kreatif seperti penggunaan lerak sebagai deterjen alami untuk mengurangi pencemaran air di Indonesia.

Arfiana Maulina menyambut tamu kehormatan dan memperkenalkan Lerak dari Indonesia (Sumber: Dok. Pribadi/Arfiana Maulina)

Berjejaring dan Memperkenalkan Lerak di Panggung Global

Di tahun 2025, Arfiana tidak hanya membawa nama WateryNation ke panggung dunia sebagai Climate Ambassador GYCN Y2Y – The World Bank Group, tapi juga memperkenalkan WateryNation dan Alira Alura sebagai exhibitor di APFSD Youth Forum 2025 di Bangkok.

Di depan lebih dari 549 peserta muda dari 24 negara, Arfiana mempresentasikan bagaimana WateryNation Foundation dan Alira Alura berkolaborasi menciptakan dampak berkelanjutan. Ia berbicara langsung di hadapan para tamu kehormatan, di antaranya:

Christophe Bahuet – Deputy Regional Director for Asia and the Pacific & UNDP Director of the Bangkok Regional HubPer Linnér – Deputy Head of Development Cooperation for Asia and the Pacific, Embassy of SwedenSivananthi Thanenthiran – Executive Director, ARROWSerta perwakilan dari UNESCAP, UNEP, KBRI Bangkok, dan Duta Besar Mongolia.

Bagi Arfiana, momen ini terasa sangat berharga, mengingat WateryNation yang ia mulai dari nol di usia remaja, kini telah tumbuh menjadi yayasan resmi yang mendapat pengakuan di level regional.

Pramudono Adhi Kumoro, co-founder, Alira Alura saat Pop Up Market di Bali (Sumber: Dok. Pribadi/Arfiana Maulina)

Alira Alura: Social Enterprise yang Lahir dari WateryNation

Arfiana juga menjelaskan bagaimana inisiatif #BacktoLerak yang dimulai pada tahun 2020 kini berkembang menjadi Alira Alura, sebuah small social enterprise yang mendukung misi WateryNation. Di tahun 2025, bersama Pramudono Kumoro, Arfiana meluncurkan kampanye #KillGermsNotFish, memperkenalkan produk eco-detergent, sabun, sampo, dan antibacterial spray berbahan dasar lerak.

Produk-produk ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mendukung petani lerak di Cepu, Jawa Tengah, melalui penerapan sistem Tumpang Sari (intercropping) yang memperkuat ekonomi sirkular dan menciptakan ekosistem pertanian regeneratif. Inisiatif ini juga selaras dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), sebagai upaya mengurangi limbah rumah tangga yang mencemari sumber air.

Arfiana Maulina terpilih menjadi satu-satunya MTECAP dari Indonesia di 2025 (Sumber: Dok. Pribadi/Arfiana Maulina)

Konsisten di Jalur Keberlanjutan

Selain mengembangkan WateryNation dan Alira Alura, Arfiana juga terus memperkaya kapasitasnya sebagai pemimpin muda. Ia merupakan bagian dari GYCN Y2Y The World Bank Climate Ambassador Program, WEF Global Shapers Community Bandung, Top 15 Generation Hope Goals, serta alumni program Youth Co:Lab dan Leader FOIP Training Phase II oleh UNITAR Hiroshima.

Yayasan Tirta Artha Asri WateryNation terpilih menjadi Top 15 Generation Hope Goals (Sumber: Dok. Pribadi/Arfiana Maulina)

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Aku percaya, setiap anak muda punya potensi untuk jadi bagian dari solusi. Dan semua itu bisa dimulai dari lingkungan terdekat: rumah, sekolah, dan komunitas kita sendiri,” tutup Arfiana.

Press Release ini juga tayang di VRITIMES