100 Karyawan Terbaik JNE Bersiap ke Tanah Suci, Nasuha Travel Kembali Dipercaya Tangani Umrah

BEKASI — Sebanyak 100 karyawan terbaik PT JNE bersiap menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci setelah mengikuti manasik sebagai pembekalan sebelum keberangkatan.

‎Program perjalanan umrah tersebut merupakan bentuk apresiasi JNE kepada karyawan yang dinilai memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan. Pelaksanaannya dipercayakan kepada PT Nasuha Yassinta Jaya Abadi atau Nasuha Travel, yang disebut telah menjalin kerja sama dengan JNE selama kurang lebih satu dekade.

‎Kegiatan manasik dihadiri jajaran pimpinan JNE, termasuk Vikri Al Haqq selaku Human Capital Development Division Head JNE. Dalam kesempatan tersebut, Vikri memberikan pembekalan dan motivasi kepada para calon jamaah agar memanfaatkan perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai momentum spiritual.

‎“Kesempatan ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada karyawan yang telah memberikan kontribusi terbaik. Kami berharap perjalanan ini tidak hanya menjadi sebuah perjalanan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan rasa syukur dan ibadah,” ujar Vikri Al Haqq.



‎Menurut Vikri, persiapan sebelum keberangkatan menjadi bagian penting agar para karyawan dapat menjalani perjalanan dengan baik, tertib dan tetap menjaga kekompakan selama berada di Tanah Suci.

‎“Kami ingin seluruh peserta dapat mengikuti prosesnya dengan baik, menjaga kekompakan dan mengikuti arahan selama perjalanan. Yang paling penting, manfaatkan kesempatan ini untuk beribadah dengan sebaik-baiknya,” katanya.

‎Program tersebut dijalankan atas arahan Presiden Direktur JNE, H. M. Feriadi, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan penghargaan kepada karyawan.

‎Sebanyak 100 jamaah akan diberangkatkan dalam dua kelompok. Rombongan pertama dijadwalkan berangkat pada 22 September 2026 menggunakan Qatar Airways. Sementara rombongan kedua akan bertolak pada 12 Oktober 2026 menggunakan Emirates.

‎Direktur Nasuha Travel, Nasuha M. Firmansyah, mengatakan pihaknya menempatkan manasik sebagai bagian penting dari rangkaian pelayanan kepada jamaah.

‎Menurut Firman, pembekalan diperlukan agar jamaah memahami tahapan ibadah sekaligus mengetahui berbagai hal yang harus dipersiapkan sebelum berada di Makkah dan Madinah.

‎“Manasik bukan sekadar formalitas sebelum keberangkatan. Kami ingin jamaah memahami rangkaian ibadah umrah, mulai dari ihram, niat, miqat, tawaf, sa’i hingga tahallul, sehingga ketika berada di Tanah Suci mereka bisa lebih tenang dan fokus beribadah,” kata Firman.

‎Selain materi ibadah, jamaah juga mendapatkan pembekalan mengenai teknis perjalanan, koordinasi rombongan dan hal-hal yang perlu diperhatikan selama berada di Arab Saudi.

‎Firman mengatakan, jumlah jamaah yang cukup besar membutuhkan koordinasi yang baik antara penyelenggara dan peserta.

‎“Bagi kami, membawa jamaah ke Tanah Suci adalah sebuah amanah. Pelayanan tidak berhenti ketika jamaah tiba di Arab Saudi, tetapi harus dilakukan sejak persiapan di Tanah Air sampai mereka kembali lagi ke Indonesia,” ujarnya.

‎Untuk menunjang kenyamanan jamaah, Nasuha Travel menyiapkan akomodasi yang berada di lokasi strategis dan relatif dekat dengan pusat ibadah. Hotel masing-masing rombongan disebut berada pada jarak yang memungkinkan jamaah menuju Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi dengan berjalan kaki, sekitar kurang dari 500 meter, menyesuaikan hotel yang digunakan.

‎Firman menuturkan, aspek akomodasi menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan perjalanan umrah, mengingat kondisi fisik setiap jamaah berbeda.

‎“Kami berusaha memberikan pelayanan yang membuat jamaah lebih mudah mengatur waktu antara istirahat, perjalanan dan ibadah. Faktor jarak hotel juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memberikan kenyamanan kepada jamaah,” tuturnya.

‎Kepercayaan JNE kepada Nasuha Travel sekaligus melanjutkan hubungan kerja sama yang telah berlangsung sekitar 10 tahun. Nasuha Travel menangani perjalanan kedua kelompok jamaah tersebut sejak persiapan keberangkatan hingga rangkaian perjalanan di Tanah Suci.

‎Di sisi lain, M. Firmansyah juga aktif dalam Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) dan mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Humas dan Media.

‎Keterlibatan dalam organisasi tersebut menjadi bagian dari aktivitas Nasuha dalam mengikuti perkembangan industri perjalanan haji dan umrah serta membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

‎Setelah mengikuti manasik, 100 karyawan JNE kini tinggal menunggu jadwal keberangkatan. Dua kelompok tersebut akan menjalani perjalanan pada September dan Oktober dengan tujuan yang sama: menjalankan ibadah di Tanah Suci.

‎Bagi para karyawan, perjalanan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi mereka kepada perusahaan. Sedangkan bagi Nasuha Travel, kepercayaan tersebut menjadi amanah untuk memastikan perjalanan berlangsung tertib, nyaman dan sesuai dengan kebutuhan jamaah.

‎“Kami berharap seluruh jamaah dapat berangkat dengan tenang, beribadah dengan nyaman dan kembali ke Indonesia dalam kondisi baik, membawa pengalaman spiritual yang berkesan,” pungkas Firman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *