JAKARTA – Dinamika politik Amerika Serikat melalui Pemilu Sela (Midterm Elections) pada 3 November 2026 memberikan pelajaran penting mengenai makna demokrasi, kedaulatan rakyat, serta mekanisme pengawasan terhadap kekuasaan.
Kemenangan Partai Demokrat yang berhasil mengambil alih kendali mayoritas di DPR dan Senat Amerika Serikat dinilai menjadi salah satu bentuk evaluasi politik masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi DKI Jakarta, Jupiter, menilai peristiwa tersebut bukan sekadar pergantian dominasi politik di parlemen, melainkan menunjukkan bahwa rakyat memiliki kekuatan konstitusional untuk mengoreksi pemerintahan yang sedang berkuasa.
Menurut Jupiter, demokrasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai kompetisi untuk memenangkan pemilu. Lebih dari itu, demokrasi harus memastikan bahwa kekuasaan diperoleh melalui proses yang jujur, dijalankan secara bertanggung jawab, dan digunakan untuk kepentingan masyarakat.
”Demokrasi sejatinya bukan hanya tentang siapa yang memenangkan pemilu, melainkan bagaimana kekuasaan diperoleh, dijalankan, dan dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” kata Jupiter dalam refleksinya mengenai dinamika politik Amerika Serikat.
Jupiter mengaku telah mengikuti perkembangan politik Amerika sejak era Presiden Ronald Reagan dan Jimmy Carter hingga kontestasi pemilihan presiden 2008 yang mempertemukan Barack Obama dengan John McCain.
Dari perjalanan tersebut, ia melihat bahwa kekuatan demokrasi terletak pada kemampuan masyarakat menentukan arah politik sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan.
Suara Rakyat Tidak Boleh Menjadi Komoditas Politik
Jupiter menilai salah satu pesan penting dari Pemilu Sela Amerika Serikat adalah posisi rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.
Berbagai persoalan seperti biaya hidup, inflasi, lapangan pekerjaan, pelayanan kesehatan, dan pengaruh uang dalam politik menjadi bagian dari pertimbangan masyarakat dalam menentukan pilihan politik.
Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya menilai popularitas dan janji seorang pemimpin. Rakyat juga harus melihat sejauh mana kebijakan pemerintah memberikan dampak nyata terhadap kehidupan mereka.
Ia mencontohkan kemenangan sejumlah tokoh dalam Pemilu Sela 2026, seperti James Talarico sebagai Senator dari Texas, Abdul El-Sayed sebagai Senator dari Michigan, serta Gina Hinojosa yang terpilih sebagai Gubernur Texas.
Jupiter mengatakan, dinamika tersebut memperlihatkan pentingnya keterwakilan masyarakat dan tuntutan terhadap kebijakan yang memperhatikan kepentingan publik.
”Negara bukan milik segelintir elite, bukan milik pemilik modal, dan bukan pula milik mereka yang memiliki akses terhadap kekuasaan. Negara adalah milik seluruh rakyat,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa guru, buruh, petani, nelayan, tenaga kesehatan, pelaku usaha kecil, dan seluruh lapisan masyarakat memiliki hak yang sama dalam menentukan masa depan bangsa.
Karena itu, suara rakyat tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas politik yang dapat diperjualbelikan melalui uang, bantuan sesaat, tekanan, maupun intimidasi.
”Suara rakyat tidak boleh dibeli dan tidak boleh ditukar dengan kepentingan sesaat. Rakyat harus menentukan pilihan berdasarkan kesadaran, kebebasan, dan harapan terhadap masa depan,” ujarnya
Jupiter: Suara Rakyat Bukan Barang Dagangan, Kekuasaan Bukan Milik Elite!







