Sidak Lapas Cibinong Jadi Sorotan, CBA Ingatkan Ombudsman Tak Sekadar Kejar Panggung Publik

JAKARTA — Inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong yang menemukan bangunan menyerupai homestay dan rumah kluster mendapat sorotan Center for Budget Analysis (CBA).
‎
‎Koordinator CBA Jajang Nurjaman mempertanyakan momentum publikasi hasil sidak yang dilakukan sehari setelah pemeriksaan, bertepatan dengan agenda persidangan mantan Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto.
‎
‎Menurut Jajang, kedekatan waktu tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai arah komunikasi publik Ombudsman. Ia bahkan menilai sidak tersebut berpotensi mengalihkan perhatian dari perkara hukum yang sedang berjalan.
‎
‎”Jadi sidak Ombudsman ke Lapas Kelas IIA Cibinong seperti reality show yang harus ditonton publik agar mengalihkan atau menutupi kasus-kasus suap dan gratifikasi menyangkut pengaturan LHP tata kelola pertambangan nikel periode 2013-2025 yang dilakukan oleh mantan Ketua Ombudsman,” ujar Jajang, Selasa, 29 September.
‎
‎Pernyataan itu merupakan penilaian Jajang. Ia meminta publik tetap mengikuti perkembangan persidangan Hery Susanto sekaligus mencermati tindak lanjut temuan Ombudsman di Lapas Cibinong.
‎
‎Sebelumnya, Ombudsman melakukan sidak pada Rabu (23/9/2026). Anggota Ombudsman RI Syafrida R. Rasahan mengatakan tim membawa surat tugas, tetapi sempat ditolak masuk ke blok hunian.
‎
‎Meski demikian, tim Ombudsman menemukan sejumlah bangunan di lingkungan lapas yang disebut menyerupai homestay dan rumah kluster. Bangunan tersebut, menurut Ombudsman, dilengkapi sofa, kulkas, televisi, dan meja makan.
‎
‎Temuan itu dinilai perlu ditindaklanjuti karena berkaitan dengan standar pelayanan dan keamanan pemasyarakatan.
‎
‎Tantang Sidak Samsat
‎
‎Jajang meminta Ombudsman tidak berhenti pada Lapas Cibinong. Ia menantang lembaga tersebut memperluas pengawasan ke berbagai institusi pelayanan publik, termasuk Samsat.
‎
‎”Jangan hanya sekali saja sidaknya. Sidak dong ke Samsat-Samsat, lihat apakah masih ada calo untuk mengurus pajak kendaraan,” katanya.
‎
‎Menurut Jajang, konsistensi pengawasan penting agar fungsi Ombudsman tidak sekadar terlihat ketika sebuah temuan menjadi sorotan publik.
‎
‎Di sisi lain, perkembangan perkara yang melibatkan Hery Susanto juga dinilai perlu mendapat perhatian yang sama. Bagi Jajang, kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas tidak hanya ditentukan oleh keberanian mengawasi institusi lain, tetapi juga oleh transparansi dan akuntabilitas dalam menghadapi persoalan yang berkaitan dengan internal lembaga.
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *